UTS–BRI Teken MoU Berlakukan SIAKAD dan Luncurkan KTM

oleh -17 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (04/05/2017)

Civitas akademika Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) semakin mudah dalam menyelesaikan segala urusannya. Mereka tidak lagi bersusah payah untuk datang ke kampus hanya untuk mengisi KRS, melihat nilai, mengisi biodata, membayar uang kuliah, membeli pulsa, listrik hingga mengevaluasi kinerja dosennya. Selain itu para mahasiswa mendapat layanan transaksi perbankan seperti menyetor dan menarik uang, belanja tanpa uang tunai, dan lain-lain. Hal ini bisa terjadi setelah UTS menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumbawa, Kamis (4/5) siang tadi. Bertempat di Gedung Serba Guna UTS, Rektor UTS, Dr. Andy Tirta dan Pemimpin Cabang BRI Sumbawa, Raden Pandu Bagja Sumawijaya melakukan penandatanganan kerjasama tersebut. Prosesi ini disaksikan Kepala Bagian E-Banking Kantor Wilayah BRI Denpasar, Rhesita Yustitiana, para dekan, Kaprodi, dosen dan mahasiswa UTS dari berbagai fakultas. Melalui kerjasama itu, BRI meluncurkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) elektronik yang memiliki multi fungsi dan mengatasi beragam keperluan mahasiswa dan dosen UTS secara online. KTM ini diluncurkan sehubungan dengan diberlakukannya System Informasi Akademik (SIAKAD) di kampus terkemuka yang berlokasi di Kaki Bukit Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu.

Rektor UTS, Dr. Andy Tirta dalam sambutannya mengakui SIAKAD ini tidak banyak digunakan perguruan tinggi di NTB. Untuk Pulau Sumbawa sendiri masih sangat langka, kemungkinan 1—2 kampus saja. SIAKAD tersebut dinilainya sangat penting karena akan menjadikan pengelolaan administrasi jauh lebih baik. Semua keperluan mahasiswa dan dosen ditangani secara online. Mereka juga sangat mudah untuk mengaksesnya asalkan ada password dan akunnya. “Sistem online ini menjadi sesuatu yang sangat bagus bagi kampus baru seperti UTS. Administrasi tertata dengan baik dan rapi, data tersimpan secara aman dan terjaga,” kata Doktor Andy—sapaan Rektor termuda di Indonesia ini.

Baca Juga  Kementan Eksport 4 Komoditas Unggulan Asal Sumbawa

System ini ungkapnya, sudah menjadi standar di kampus-kampus unggulan. Dengan menerapkan system ini, UTS akan berupaya menuju kampus unggul dan terkemuka baik dari sisi pengelolaan maupun status kampus yang kini sedang melakukan re-akreditasi dan saat ini ada tiga jurusan yang sudah divisitasi. “Insya Allah tahun depan UTS bisa melakukan akreditasi institusi minimal B,” ucapnya.

Rektor UTS mengaku sangat bersyukur dapat bekerjasama dengan BRI yang sekaligus meluncurkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) elektronik. Melalui KTM ini banyak produk BRI yang bisa diakses mahasiswa dan dosen. Selain melakukan transaksi perbankan, KTM juga dapat digunakan untuk absensi yang di dalamnya juga ada jaminan asuransi kecelakaan maksimal biaya pengobatan Rp 5 juta. “Kerjasama UTS dengan BRI akan memberikan banyak manfaat untuk kedua belah pihak termasuk para mahasiswa bisa menjadi lebih baik. Jangan sampai sudah memiliki fasilitas bagus berupa SIAKAD dan KTM, tapi tidak bisa meningkatkan performance,” imbuhnya

Di bagian lain Rektor UTS kerap disapa Mas Boy, mengingatkan mahasiswa bahwa persaingan di era ini sangat ketat. Mahasiswa UTS tidak hanya berkompetisi dengan teman sekelas dan kampus tetangga, melainkan dengan orang di seluruh dunia. Karenanya bekali diri dengan ilmu dan wawasan akademis, penelitian dan aktivitas kemahasiswaan. “Empat tahun di bangku kuliah adalah waktu yang sangat singkat. Hasilnya nanti akan terasa setelah lulus kuliah. Kampus manapun tidak pernah menjanjikan kalian dapat kerja dan menjadi pengusaha. Menjadi orang sukses ditentukan oleh empat tahun selama kalian kuliah. Jadi, mari saat ini kerjakan hal terbaik dan memanfaatkan waktu sebagus mungkin,” tandasnya.

Sementara Pemimpin Cabang BRI Sumbawa, Raden Pandu Bagja Sumawijaya, mengatakan, bahwa memajukan UTS dan melahirkan SDM berkualitas di Tana Samawa ini menjadi tugas bersama. Karena itu BRI akan terus mendukung kegiatan positif di kampus yang didirikan Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc ini. Salah satu bentuk dukungan adalah meluncurkan KTM untuk mahasiswa setempat. Dengan menggunakan KTM, keperluan mahasiswa UTS akan teratasi. Mereka akan mendapatkan fasilitas secara online baik untuk pembayaran uang kuliah, absensi, asuransi dan segala bentuk transaksi perbankan di BRI. “Perkembangan teknologi tidak bisa dibantah. Mau tidak mau harus dikenal sejak dini dan bisa memanfaatkannya,” ujar Pandu—sapaan singkat Bankir muda ini.

Baca Juga  TMMD Wujudkan Harapan Petani Jotang, Bangun JUT Sepanjang 1.100 Meter

Kepala Bagian E-Banking Kanwil BRI Denpasar, Rhesita Yustitiana, menambahkan KTM tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UTS tapi juga alumninya. Dengan memiliki KTM, mahasiswa UTS selangkah lebih maju dari mahasiswa kampus lain yang belum menggunakannya. Sebab mulai dari keperluan akademik hingga kepentingan umum dapat difasilitasi dengan KTM dimaksud. “Di KTM ini ada kartu combo yang di dalamnya terdapat kartu debit dan BRIZZI. Ini bisa dipakai kapan dan dimana saja selama ada saldonya. Jika sudah membuka rekening BRI, tidak perlu susah-susah, tinggal buka HP cari BRI mobile yang aplikasinya bisa didownload. Di situ muncul macam-macam produk online, ada internet banking, mobile banking, Brizzi, info tentang BRI mengenai merchand, ATM, dan unit kerja yang bisa digunakan untuk bayar listrik, beli pulsa, berbelanja, bayar iuran kuliah, hingga petunjuk keberadaan kita dimana. Pokoknya BRI itu sudah one top solution, dan juga Palugada (apa lu mau gue ada),” bebernya.

Terkait kerjasama dengan UTS, wanita cantik ini menyataka, BRI ingin berkonstribusi untuk ikut membangun peradaban dan melahirkan generasi emas di masa mendatang. Ia berharap kerjasama yang baik ini bisa langgeng dan harmonis serta semakin diperluas lagi demi kepentingan bersama. (JEN/SR)

iklan bapenda