Akhir Mei, Dibangun Menara Telekomunikasi USO di Sumbawa

oleh -10 views
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori MSE
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (05/05/2017)

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa terus melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat. Melalui Program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa terus berupaya agar wilayah-wilayah blank spot atau lose signal dapat segera diatasi. Sesuai hasil koordinasi lanjutan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Sumbawa yang diwakili Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Teknologi Informatika dengan Seksi Perencanaan Telekomunikasi Khusus Kementerian Komunikasi dan Informasi RI di Jakarta, Rabu (3/5) bahwa rencana pembangunan menara telekomunikasi melalui program USO (Universal Service Obligation) akan dimulai akhir Mei 2017 ini. Diawali dengan agenda sosialisasi kepada masyarakat. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori MSE di ruang kerjanya, Kamis (4/5). Ansori sapaan akrab Sekdis ini menjelaskan bahwa pembangunan menara telekomunikasi pada tahun 2017 ini akan dilaksanakan pada 7 titik lokasi yang telah disetujui oleh Kementerian Kominfo. Antara lain Desa Tangkampulit dan Baodesa Kecamatan Batulanteh, Desa Mata dan Tolo’oi Kecamatan Tarano, Dusun Sampar Bontong Desa Emang Lestari Kecamatan Lunyuk, Desa Senawang Kecamatan Orong Telu, Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu. “Allhamdulillah, sampai dengan saat ini proses administrasi pada lokasi tersebut telah selesai dirampungkan, dan menunggu jadwal lebih lanjut untuk disampaikan ke kementerian,” papar Ansori—sapaan akrab mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa ini.

amdal

Dijelaskan Ansori bahwa pembangunan menara telekomunikasi guna memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa merupakan satu program yang tak terpisahkan dengan pembangunan menara yang saat ini sedang dilaksanakan oleh salah satu provider telekomunikasi di Desa Tepal dan Baturotok. “Dinas kami akan selalu intens berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk mengatasi masih adanya blank spot maupun kerentanan sinyal, karena ijin menara telekomunikasi adalah kewenangan pemerintah pusat, dan insya Allah sesuai harapan pimpinan daerah seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa untuk dapat terlayani telekomunikasi akan terwujud,” demikian Ansori. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Wakapolri Tegaskan Komitmen TNI-Polri Amankan Pilkada Serentak 2020

 

iklan bapenda