SDN Brang Rea dan SMPN 1 Alas Wakili NTB di LSS Nasional

oleh -14 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (28/04/2017)

Kabupaten Sumbawa berhasil mengantarkan dua sekolah mewakili Provinsi NTB pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional. Dua sekolah tersebut adalah SDN Brang Rea Kecamatan Moyo Hulu, dan SMPN I Alas Kecamatan Alas. Kamis (27/4) kemarin, tim penilai pusat yang berjumlah delapan orang tiba di dua sekolah itu. Mereka disambut Wakil Bupati Sumbawa, Kajari, Ketua GOW, Ketua Adhiyaksa Dharmakarini, Camat Moyo Hulu, Kabag Pemerintahan, Kepala Desa Brang Rea, guru, wali murid, dan siswi SDN Brang Rea, di SDN Brang Rea. Pertunjukan ngumang, dan mars UKS oleh siswa-siswi setempat menyambut kehadiran Ketua Tim Penilai LSS tingkat Nasional, dr. Cristiana Manurung, M.Kn beserta rombongan.

amdal

Dalam laporannya, Kepala SDN Brang Rea, Muhammad S.Pd M.Si menyampaikan bahwa ada beberapa program unggulan sekolah dalam rangka menjaga kesehatan lingkungan sekolah dan kesehatan siswa. Di antaranya sikat gigi massal dan potong kuku massal yang dilakukan setiap Hari Sabtu, minum satu sendok madu setiap Hari Senin, gerakan gemar minum air putih setiap hari. Air yang diminum merupakan produk dari SD Brang Rea yang diolah melalui sistem RO. Kemudian pemberian garam beryodium sebulan sekali. “Semoga dengan program-program kesehatan yang kami jalankan, sekolah bisa menjadi pelopor hidup sehat bagi masyarakat Brang Rea khususnya, dan masyarakat Kabupaten Sumbawa pada umumnya,” kata Muhammad.

Baca Juga  Gubernur Zul Jadi Ketua Dewan Pembina IKA Unhas NTB

Sementara itu, Ketua Tim Penilai dr. Cristiana Manurung, M.Kn menyampaikan terimakasih kepada semua pihak terkait pembinaan UKSM yang telah menjaga komitmen kesepakatan empat menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri, tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah. “Tahun 2017 ini ada 25 provinsi yang ikut kompetisi,” ungkapnya.

Menurutnya, UKSM telah memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan penduduk. Dengan menjaga kesehatan sejak dini berarti telah berinvestasi bagi pembangunan negara di masa mendatang. “Harapan kami agar semua pihak dapat saling bekerjasama dan tolong-menolong terhadap pengembangan UKSM. Dengan adanya lomba sekolah sehat ini, kami harap dapat menambah motivasi untuk menggerakkan dan mengembangkan bidang kesehatan,” ucap Cristiana.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah mengaku bangga dengan terpilihnya dua sekolah di daerah ini mengikuti ajang LSS tingkat nasional. Wabup juga mengucapkan selamat datang kepada rombongan tim penilai dan berharap penilaian itu dilakukan secara obyektif. Dalam mewujudkan sebuah sekolah sehat, ungkapnya, merupakan tanggung jawab bersama antara peserta didik, guru, masyarakat dan pemerintah. Karena itu perlu adanya penyamaan persepsi dalam rangka memantapkan kegiatan UKSM di masa mendatang. “Bila semua punya komitmen yang sama, ini bisa menjadi nilai strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wabup.

Berkat sinergi dan kolaborasi yang baik, hampir setiap tahun ada saja sekolah di Kabupaten Sumbawa yang terpilih dalam Lomba Sekolah Sehat mewakili Provinsi NTB di tingkat nasional. “Saya optimis, dengan kebersamaan dan kekompakan yang telah terbina selama ini, insya Allah pada tahun ini sekolah ini dapat terpilih sebagai pemenang tingkat nasional,” harap Haji Mo sapaan akrab Wabup Sumbawa.

Baca Juga  Al-Irsyad Mataram Undang Ketua TP-PKK NTB pada Kajian Kesehatan

Di bagian lain, Wabup menyatakan dukungan penuh program LSS ini. Sebab hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan peserta didik dan menciptakan suasana sehat. Sebab UKSM adalah wahana yang dapat meningkatkan tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga mental dan lingkungan. Selain itu, dengan meningkatnya kegiatan di UKSM akan tercipta daya tolak terhadap pengaruh buruk yang mengancam peserta didik. Misalnya narkoba dan rokok. “Ini bagian dari peningkatan fasilitas yang ada di sekolah, kami juga sedang mengenalkan gerakan 10 menit sebelum masuk kelas atau kantor sebelum mulai belajar dan bekerja, ini sebagai cara agar anak sekolah bisa jadi agen perubahan bangsa,” tutup Wabup.

Setelah melakukan peninjauan dan penilaian di SDN Brang Rea, tim beranjak ke SMPN 1 Alas untuk melakukan hal yang sama. (JEN/SR)

iklan bapenda