Musrembangnas Sejalan dengan Kebijakan Pembangunan NTB 2018

oleh -0 views
Kepala Biro (Karo) Humas Pemprov NTB, H Yusron Hadi
bankntb

JAKARTA, SR (27/04/2017)

Perencanaan pembangunan 2018 harus focus. Demikian disampaikan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo di saat pembukaan Musrenbangnas 2017 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 di hotel Bidhakara Jakarta 26 April 2017. Pernyataan ini disampaikan ketika mencermati keterbatasan fiskal Pemerintah untuk pembangunan. Selama ini kegiatan pembangunan lebih mengandalkan investasi Pemerintah yang terbatas, sehingga selain mendorong partisipasi swasta dan masyarakat juga diperlukan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan belanja Pemerintah melalui optimalisasi pemanfaatan belanja untuk fokus melaksanakan program prioritas. Prinsip money follow program harus tetap kukuh dijalankan. Diharapkan setiap tahun fokus pembangunan tidak lebih dari 3 atau 5, agar kegiatan pembangunan betul-betul fokus dan tidak terjebak rutinitas.

Musrenbang 2017 yang bertema “Memacu Investasi dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan” dihadiri oleh pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri dan pimpinan lembaga non departemen, para gubernur dan walikota/bupati se-Indonesia.

Pada bagian lain, Presiden menekankan bahwa fokus perencanaan pembangunan nasional mengacu pada tiga hal yakni 1) infrastruktur, 2) integrasi Pemerintah pusat hingga ke desa, dan 3) fokus mendatangkan investor.

Sementara itu, dalam laporannya Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menggaris-bawahi bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 sebesar 5,6%. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar itu sekaligus penciptaan lapangan kerja baru maka fokus pembangunan diarahkan pada industri pengolahan, pertanian dan pariwisata.

Baca Juga  Tiga Menteri Kabinet Jokowi Jadi ‘Dosen Tamu’ di UTS

Investasi pemerintah diarahkan untuk fokus ke proyek-proyek yang mendorong produktivitas dan aktivitas sektor swasta. Sektor transportasi dan logistik merupakan bagian dari proyek ini.

Pada bagian akhir dijelaskan lebih lanjut bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 fokus pada beberapa penguatan. Yaitu perkuatan perencanaan dan penganggaran, penguatan pengendalian perencanaan, penguatan perencanaan berbasis kewilayahan, dan penguatan integrasi sumber pendanaan pembangunan.

Kalau dicermati lebih jauh dari apa yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas maupun sambutan Presiden dalam pembukaan musrenbang 2017 ini ungkap Karo Humas Provinsi NTB, H Yusron Hadi ST MUM, sejalan juga dengan apa yang telah menjadi kebijakan pembangunan Provinsi NTB 2018. Musrenbang provinsi yang telah digelar awal bulan ini menyasar pula tema infrastruktur dan investasi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pemerataan pembangunan. Berbagai prestasi pembangunan yang diraih NTB sampai saat ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional dan bahkan tertinggi sepanjang 3 tahun terakhir berikut penurunan angka kemiskinan hingga 16,02% dan ratio gini sebesar 0,29 menggambarkan ekonomi NTB tumbuh berkualitas. “Dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,6% melalui berbagi kebijakan perencanaan dan penganggaran yang ditempuh selama ini, pertumbuhan nilai investasi, maupun dukungan seluruh komponen masyarakat Insya Allah pertumbuhan ekonomi kita yang ditargetkan 5,8-6% tahun 2018 dapat tercapai,” ucapnya.

Baca Juga  Konversi Mitan ke Gas Elpiji di KSB Menimbulkan Masalah

Demikian halnya pemerataan pembangunan daerah harus menjadi perhatian, menyebarkan gula-gula pembangunan ke berbagai kawasan potensial dgn beragam komoditi unggulan harus terus dipacu pertumbuhan dan pengembangannya. Disparitas antar wilayah, kesenjangan ekonomi antar penduduk harus dapat dikurangi. Akses transportasi, energi, sumberdaya air, telekomunikasi dan sebagainya ke dan dari kawasan potensial terus dibenahi. Pengembangan KEK Mandalika, Global Hub dan Samota menjadi penggerak tumbuhnya keseimbangan antar wilayah dan kawasan. Demikian halnya dengan pembangunan sosial tidak boleh terabaikan. Pembangunan bukan semata berorientasi fisik namun juga sisi sosial yang harus dipersiapkan dengan baik. “Bahkan keberhasilan pembangunan fisik maupun ekonomi akan optimal manakala ditopang kuat oleh keberhasilan kita membangun bidang social,” pungkasnya. (NA/SR)

iklan bapenda