Pencurian Ternak Melibatkan 4 Pelajar SMA Direkonstruksi

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/04/2017)

Kasus pencurian ternak di Brang Kolong Kecamatan Plampang yang melibatkan 4 pelajar SMA, direkonstruksi, Jumat (21/4) kemarin. Rekonstruksi yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Suhadi ini menghadirkan enam tersangka termasuk sejumlah pelajar. Ada dua lokasi tempat reka ulang ini yaitu Peliuk Orong Berak antara Brang Kolong—Maronge sebagai lokasi eksekusi, dan kebun dekat jembatan kembar bagian timur Ai Puntuk Kecamatan Moyo Hilir yang menjadi lokasi penitipan ternak curian itu.

amdal

Ada pemandangan menarik dalam rekonstruksi ini. AL (59) bersama dua anak kembarnya AW (19) dan AK (19) yang terlibat dalam kasus pencurian ternak tersebut terlihat menangis. AL yang terlibat menyesal memeluk kedua anaknya. Ia tidak menyangka apa yang dilakukan ternyata menggiring anak kembarnya berurusan dengan hukum. Sebab dia tidak mengetahui dua kerbau itu adalah hasil kejahatan JK yang kini maish menjadi buronan polisi.

Kepada SAMAWAREA di lokasi rekontruksi, AL menceritakan sebelumnya dia bersama kedua putranya (AW dan AK) diminta JK untuk mengambil dua ekor kerbau di sebuah kebun. JK mengaku kerbau itu sudah dibayar seharga Rp 8 juta. JK pun memberikan uang Rp 2 juta kepada AL. Uang itu selain membayar upahnya juga untuk ongkos kendaraan yang mengangkut ternak dan orang yang menjaga kebun di Ai Puntuk. Tanpa curiga apapun, AL mengajak kedua anaknya untuk membantunya sembari memberikan masing-masing Rp 100 ribu. “Kedua anak saya senang mendapat upah masing-masing 100 ribu,” aku AL.

Baca Juga  Darurat Narkoba, Jaksa Dites Urine

Saat tiba di TKP, benar ada kerbau yang dijaga oleh orang bernama Ocang alias Bosang. Dari pengakuan Bosang bahwa kerbau tersebut sudah dibayar JK. “Karena pengakuan JK singkron dengan Bosang, kami tidak curiga dan tidak was-was menggiring kerbau-kerbau itu. Barulah kami tahu jika kerbau itu hasil curian ketika polisi datang menyergap,” ujar AL.

Karenanya AL berharap JK segera ditangkap. Sebab JK lah yang menjadikan mereka menemui masalah dan terjerat hukum. “JK diketahui sebagai pemain lama untuk kasus pencurian ternak ini. Sekarang keberadaannya masih kami lacak,” demikian Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan yang ditemui terpisah. (BUR/SR)

 

iklan bapenda