Pengurus Komda PGPKT Sumbawa Dilantik

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (20/04/2017)

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah membuka kegiatan Seminar dan Workshop Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak, Kamis (20/4). Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai III Kantor Bupati ini dirangkaikan dengan pembentukan Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Kabupaten Sumbawa masa bhakti 2017–2022.

Dalam sambutannya, Haji Mo–panggilan akrab Wabup Sumbawa menyampaikan penghargaan dan selamat kepada pengurus Komda PGPKT yang baru dilantik. Dengan terbentuknya Komite ini, diharapkan mampu menjadi pemicu bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan, khususnya masalah kesehatan pendengaran. “Saya mengharapkan upaya-upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Seperti seminar dan workshop yang kita laksanakan pada hari ini, yang menjadi salah satu upaya mendeteksi dini gangguan pada anak dan bayi,’’ pintanya.

Terhadap pelaksanaan seminar lanjut Wabup, para orang tua bisa memperoleh pemahaman tentang cara dan ciri mengenali jika anak dan bayi mengalami gangguan. Karena diperkirakan sebagian orang tua mungkin tidak menyadari jika ada gangguan indera pada anak atau bayinya, khususnya indera pendengaran. Kurang terdeteksinya gangguan pendengaran sejak dini biasanya karena kurangnya pemahaman atau kurangnya perhatian orangtua terhadap refleks bayi ketika mendapatkan stimulus. Padahal, semakin dini gangguan pendengaran terdeteksi, semakin besar peluangnya untuk bisa disembuhkan.

Baca Juga  10 Dokter Spesialis RSUD Sumbawa Dikarantina, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, Ketua Panitia Seminar dan Workshop dr. Dian Eka Mulyati melaporkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dokter umum, perawat dan bidan dalam deteksi dini gangguan pendengaran, khususnya bayi dan anak. Sehingga mampu menentukan kasus gangguan pendengaran pada bayi dan akan sedini mungkin melakukan rujukan lebih cepat dan tepat, agar prognosis menjadi lebih baik. ‘’Sebagai bagian dari pelaksanaan workshop, akan dilaksanakan bakti sosial pembersihan telinga anak peserta didik SD pada Jumat besok. “Sekolah yang ditunjuk untuk kegiatan ini yaitu SLB, SDN 2 Sumbawa, dan SDN 16 Sumbawa,’’ sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Kesehatan melalui Kasubid Gangguan Indera dan Fungsional Sri Purwati S.KM, M.Kes menyampaikan bahwa dukungan masyarakat sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian gangguan pendengaran dan ketulian. Dukungan ini diperlukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan dan memenuhi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang diperlukan, serta meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, termasuk layanan pencegahan dan pengendalian gangguan pendengaran dan ketulian. ’’Dukungan masyarakat juga diperlukan dari kalangan guru, orang tua murid, dan organisasi profesi. Selain itu, ketersediaan tenaga kesehatan yang terampil, ahli dan profesional dalam jumlah cukup dan terdistribusi merata juga sangat diperlukan, guna meningkatkan akses masyarakat pada layanan kesehatan indera pendengaran yang bermutu, termasuk bagi anak dan remaja,’’ ujarnya.

Baca Juga  Kekurangan Dokter, Krisis Analis Kesehatan

Kepda Komda PGPKT Kabupaten Sumbawa diharapkan selalu semangat untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, dengan meningkatkan jejaring kerja antara Komda PGPKT dan Dinas Kesehatan, agar menjangkau sasaran yang lebih luas lagi. (JEN/SR)

iklan bapenda