Mantan Penjabat Kades Batu Bangka Ditahan Polisi

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (20/04/2017)

Mantan Penjabat Kades Batu Bangka Kecamatan Moyo Utara, MS resmi ditahan polisi, Kamis (20/4) siang tadi. MS dijebloskan ke dalam sel tahanan setelah menjalani pemeriksaan di ruang Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa sejak pagi tadi. Selain MS yang kini menjabat sebagai Kepala Dusun Sengkal, pada hari yang sama polisi juga menahan Bendahara Desa, AL dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), BR. Ketiganya tersangkut kasus penyimpangan proyek pembangunan serbaguna (GSG) Sengkal. Proyek Tahun 2016 itu tidak dikerjakan namun anggarannya Rp 120 juta sudah dicairkan 100 persen dan dihabiskan untuk kepentingan pribadi. Beberapa hari sebelumnya, polisi telah menahan RH—Direktur CV RD. “Semua yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini sudah kami tahan,” kata Kasat Reskrim, AKP Elyas Ericson SH SIK yang ditemui SAMAWAREA, sore tadi.

Dalam pemeriksaan ungkap Ericson, ketiga tersangkanya menolak didampingi pengacara. Mereka dijejali pertanyaan seputar mekanisme pengusulan anggaran pembangunan gedung serbaguna hingga pencairan dana. Untuk MS menjawab 27 pertanyaan, BR 28 pertanyaan dan AL 34 pertanyaan. Sejauh ini ungkap Ericson, berkas perkara para tersangka sudah dilengkapi penyidik setelah dikembalikan jaksa. Semua petunjuk jaksa sudah dipenuhi. ‘’Paling lambat pecan depan berkas perkaranya kami kirim kembali ke kejaksaan,” ujar Ericson.

Seperti diberitakan, kasus dugaan korupsi ini terjadi pada 15 Agustus 2016 lalu. Saat itu di Dusun Sengkal Desa Batu Bangka terdapat pembangunan gedung serba guna (GSG) senilai Rp 120 juta yang berasal dari bantuan khusus Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui aspirasi anggota DPRD Sumbawa Hairil–Anggota Fraksi PAN. Setelah melalui verifikasi administrasi mulai dari SPKD BPM-PD dan DPPK Sumbawa, dana tersebut ditransfer ke rekening Bendahara Desa Batu Bangka dan masuk dalam APBDes Batu Bangka Tahun 2016. Kemudian MS selaku pejabat Kepala Desa Batu Bangka saat itu menunjuk RH SH selaku Direktur CV RD secara lisan tanpa surat perjanjian (kontrak) untuk mengerjakan atau melaksanakan pembangunan Gedung Serba Guna Sengkal. Selanjutnya 15 Agustus 2016, dana pembangunan gedung serba guna itu dicairkan PT Bank NTB Sumbawa oleh MS dan AL (Penjabat Kades dan bendahara). Ikut mendampingi pencairan tersebut adalah BR selaku Ketua TPK. Setelah uang dicairkan, mereka menuju Rumah Makan Jogja bertemu dengan RH selaku rekanan untuk menyerahkan uang tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kwitansi penyerahan tertanggal 15 Agustus 2016. Namun celakanya meski sudah menerima uang hingga kini oknum rekanan tersebut tidak pernah mengerjakan pembangunan Gedung Serba Guna di Dusun Sengkal ini. RH beralasan uang itu digunakan untuk membiayai proyek lain. Penyidik Unit Tipikor Polres Sumbawa yang dipimpin Kanitnya, AIPTU Sumarlin sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan tidak menemukan bangunan dimaksud. Penyidik hanya menyita sejumlah barang bukti berupa APBDes Desa Batu Bangka Tahun 2016, RAB dan gambar Gedung Serba Guna, surat permohonan pencairan dana bantuan khusus ke Bupati Sumbawa tertanggal 27 Juli 2016, dan kwitansi penyerahan uang Rp 120 juta tertanggal 15 Agustus 2016. (JEN/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Kapolda NTB: Jadikan Teroris Musuh Bersama