Lama Menduda, Ayah Garap Anak Tiri

oleh -1 views
ilustrasi
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (19/04/2017)

Kasus memalukan dan memilukan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Setelah ayah mencabuli anak kandung di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis, kini muncul kasus yang tak jauh beda di Desa Kelungkung Kecamatan Batu Lanteh. Seorang ayah berinisial JA (55) tega menyetubuhi anak tirinya, FT (16). Persetubuhan itu dilakukan sebanyak tiga kali. Namun aksi bejat sang ayah tiri inipun terbongkar. Khawatir ada aksi massa, Polsek Batu Lanteh turun tangan mengamankan lalu mengevakuasi JA ke Mapolres Sumbawa, Rabu (19/4) siang tadi.

amdal

Informasi yang diserap SAMAWAREA, kasus amoral ini berawal ketika korban yang masih di bawah umur ini meminta pelaku membelikan pulsa. Pelaku akan memberi uang asalkan korban dapat mencari kutu dan rambut putihnya. Korban menuruti persyaratan itu. Saat itulah muncul hasrat pelaku yang sudah lama menduda ini untuk menggagahi korban. Setelah mencari kutu, korban masuk ke kamarnya untuk berbaring. Sedangkan pelaku keluar rumah untuk melihat situasi. Tak berselang lama pelaku masuk langsung ke kamar korban. Tanpa basa-basi pelaku membekap mulut korban lalu menyetubuhinya. Aksi bejat ini terjadi Senin (17/4) lalu. Karena merasa aman dan korban tidak bereaksi, pelaku kembali mengulangi perbuatannya, Selasa esok harinya. Pelaku semakin ketagihan, sehingga aksi yang sama dilakukan Rabu (19/4) dinihari.

Korban yang tidak tahan terus menerus diperlakukan demikian, berkeluh kesah kepada teman sebayanya. Dari teman inilah, perbuatan bejat sang ayah tiri terbongkar. Meski belum dilaporkan secara resmi ke polisi, namun Polsek Batu Lanteh bersikap sigap dengan mengamankan pelaku. Sebab massa yang mendengar informasi itu hendak bereaksi menghakiminya.

Baca Juga  Kurangi Dampak Sosial Covid-19, Polda NTB Salurkan Paket Sembako di KLU

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH SIK, membenarkan adanya kasus tersebut. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan, korban juga sudah dimintai keterangan dan dilakukan visum et repertum. Untuk proses lebih lanjut, penyidik Unit PPA masih menunggu laporan resmi, sambil menghimpun keterangan sejumlah saksi. (JEN/SR)

iklan bapenda