“Jika Smelter Tidak di Sumbawa, Jangan Harap AMNT Garap Dodo”

oleh -8 views
Anggota DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (18/04/2017)

Santernya pabrik pengolahan konsentrat (smelter) dibangun di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuat DPRD Sumbawa meradang. Para wakil rakyat ini tetap mendesak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) agar semelter itu dibangun di Sumbawa. Pasalnya perusahaan tambang emas yang telah diakusisi pengusaha nasional ini akan beroperasi di Dodo Rinti yang merupakan wilayah Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa dan memiliki kandungan terbesar bila dibandingkan Batu Hijau KSB yang potensi mineralnya kian menipis. “Smelter dibangun di Sumbawa adalah harga mati, jika tidak jangan harap PT AMNT dapat menggarap Dodo Rinti,” tegas Anggota DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula kepada SAMAWAREA, Selasa (18/4).

amdal

Adanya rencana smelter dibangun di KSB, Jalo—sapaan politisi PKS ini merasa bahwa Sumbawa telah ditinggalkan. Hal ini membuat masyarakat tersinggung. “Blok Elang Dodo Rinti Sumbawa merupakan pertambangan masa depan PT AMNT, sedangkan Blok Batu Hijau itu sekitar 7 tahun paling lama sudah selesai dikelola. Artinya perusahaan itu akan pindah ke Sumbawa,” tukas Jalo.

Desakan membangun smelter di Sumbawa ini ungkap Jalo, karena ada kesepakatan masyarakat Sumbawa melalui DPRD dan Pemda Sumbawa dengan Presiden Direktur PTNNT, Martiono beberapa tahun lalu, kalau Dodo Rinti merupakan proyek baru (New Project) bukan proyek lanjutan dari Batu Hijau. Artinya semuanya harus dimulai dari nol baik pembangunan konsentrator, pelabuhan atau dermaga bongkar muat hasil tambang hingga pembangun smelter. Semuanya harus berada di Sumbawa. “Jangan hanya Sumbawa menjadi tempat menggali dan mengambil hasil tambang lalu prosesnya di daerah lain. Ini sangat merugikan daerah,” katanya.

Baca Juga  Dengar Koster Pidato, Hermawan Kertajaya Teringat Bung Karno
Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si

Dengan Dodo Rinti sebagai proyek baru ini ungkap Jalo, multiplier effectnya sangat luar biasa bagi masyarakat dan daerah Sumbawa. Seperti penyerapan tenaga kerja terutama local yang cukup besar, tumbuhnya ekonomi baru dengan pembangunan di berbagai sektor, dan pastinya kemajuan daerah berkembang pesat. “Jika hanya menggali hasil tambang di sini lalu dikelola ke daerah lain, lebih baik PT AMNT tidak usah ke Dodo, karena kami akan melakukan penolakan,” tandasnya.

Terkait keinginan ini, DPRD Sumbawa berencana mengundang Presdir PTAMNT guna meminta klarifikasi sekaligus komitmen. Ketika keberadaannya menguntungkan daerah dan masyarakat, akan disambut dengan sukacita dan tangan terbuka. “Insya Allah kita undang Presdir PTAMNT 5 Mei mendatang,” ujar Jalo.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH M.Si sepakat dengan Jalo. Menurutnya, pembangunan smelter sebagai bentuk kesungguhan dan pengabdiannya kepada Kabupaten Sumbawa sebagai daerah penghasil. Kesungguhan ini adalah kewajiban perusahaan agar keberadaannya memberikan multiplier effect yang positif bagi pembangunan daerah. “Menghadirkan smelter salah satu upaya dalam mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Karena sudah pasti nanti aka nada perekrutan tenaga kerja yang tidak sedikit, ada prasarana jalan, fasilitas air bersih, UMKM, dan lainnya,” ucapnya, seraya menyatakan bahwa DPRD dan eksekutif akan satu suara dengan hal ini karena tujuannya untuk kepentingan rakyat dan pemerintah. (JEN/SR)

iklan bapenda