Penerapan Program KB di KSB Dilematis

oleh -0 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN PEMDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (17/04/2017)

amdal

Penerapan Program Keluarga Berencana (KB) dua anak cukup di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih dilematis. Hal ini mengingat jumlah penduduk yang sedikit dengan wilayah yang luas. Bila dibandingkan dengan Kabupaten Lombok Timur yang jumlah penduduknya 1,5 juta jiwa sangat jauh karena KSB hanya 134 ribu. Padahal wilayah KSB lebih luas dari Lombok Timur.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST saat memberikan sambutan pada acara Anugerah Kencana 2017 di Kantor BP2KBP3A KSB mengakui kondisi dilematis penerapan program KB di KSB. Pasalnya jumlah penduduk KSB paling sedikit di Provinsi NTB. Artinya masih banyak ruang ruang kosong yang seharusnya bisa diisi. Sebelumnya ruang kosong ini diisi melalui program transmigrasi. Namun kini program tersebut sudah tidak ada. “Di satu sisi kita ingin menambah jumlah penduduk, tapi sisi lain ada program KB dua anak cukup. Ini dilemma,” ucapnya.

Ia memahami bahwa tujuan program KB agar dapat merencanakan keluarga bahagia dan sejahtera. Ini juga tergantung dari kemampuan masing-masing. Jika orang tersebut kaya dan memiliki banyak harta, Wabup yakin meski banyak anak akan bisa diurus dan kebutuhannya terpenuhi dipenuhi baik pendidikan, kesehatan maupun menunjang kehidupan lainnya.

Di KSB, diakui Bang Fud—sapaan Wakil Bupati, masih ada pemahaman banyak anak banyak rejeki. “Seperti halnya teman-teman saya di PKS yang saya lihat mereka berhasil dengan bimbingan agama yang baik dan perencanaan yang matang, sehingga tidak sedikit dari anak-anak mereka bisa membanggakan keluarga,” ujarnya.

Baca Juga  Jalan Rusak, Warga Mata dan Tolo Oi Gedor DPRD

Untuk itu ia berharap kepada tim provinsi yang datang menjadi juri, tidak hanya memberikan penilaian tapi bisa memberikan pemahaman dan bimbingan tentang keluarga berencana.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Lomba Anugerah Kencana, Nurhayati menyampaikan betapa penting program KB. Dahulu, program KB ini tidak terlalu penting karena prilaku remaja yang masih bisa dikendalikan. Saat itu remaja pacaran masih menggunakan surat, dan internet masih jarang, sehingga pengaruh lingkungan luar masih tidak terlalu kuat. Sedangkan sekarang remaja sangat modern, pacaran melalui dunia maya dan sangat bebas. Sehingga pengaruh luar sangat dominan, belum lagi jangkauan orang tua yang sangat sulit. Karenanya program KB ini sangat penting, agar lebih memperhatikan keluarga terutama anak-anak yang mencari jati diri, sehingga menjadi remaja yang diharapkan. (HEN/SR)

iklan bapenda