NTB Belajar Transportasi ke Sulawesi Selatan

oleh -0 views
bankntb

MAKASAR, SR (17/04/2017)

Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah serius meningkatkan penggunaan transportasi publik. Untuk itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) selaku instansi terkait, melakukan study banding ke Sulawesi Selatan-Makassar yang bisa dikatakan lebih baik dalam hal penererapan maupun pengelolaan transportasi umum, baik itu berbasis online maupun konvensional untuk masyarakatnya.

amdal

Saat bertandang ke Dinas Perhubungan Sulsel di Makassar, Ary Purwantini selaku Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTB mengatakan, kedatangannya untuk belajar ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga NTB terutama dalam hal transportasi. Tak hanya itu, Ary–akrab perempuan berjilbab ini disapa, pihaknya juga bisa belajar terkait permasalahan yang dihadapi Dishub Sulsel sebelum tercapainya keberhasilan dalam pengelolaan transportasi baik berjenis online maupun konvensional. “Kami ingin lebih banyak belajar di Sulsel-Makassar ini,” ujarnya kepada SAMAWAREA di Makassar, Senin (17/4).

Mengingat persoalan di NTB khususnya Kota Mataram sebagai ibukota provinsi, hingga saat ini masih menggunakan transportasi konvensional dan beberapa sudah mulai merambah menuju ke jenis online. Seperti bemo/mobil kuning-angkutan umum di Kota Mataram kini perlahan mulai senyap. “Nah yang kami inginkan bagaimana transportasi umum baik online ataupun konvensional di NTB ini bisa seimbang. Taxi kan sekarang sudah mulai online dan ada juga angkutan umum yang sifatnya konvensional. Pada dasarnya kami ingin bagaimana transportasi ini bisa ditata atau dikelola baik secara bersama dan seimbang. Untuk itu, kami perlu langkah-langkah antisipasi dan solusinya, karena tidak menutup kemungkinan transportasi di NTB akan terus berkembang,” kata Ary menjabarkan maksud dan tujuan kunjungan ini.

Baca Juga  Jelang JM-Arasy Purna Bhakti, Loyalitas Aparatur Luntur ?

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, H M Ilyas Iskandar menyambut baik dan hangat tujuan kunjungan Pemprov NTB serta berencana mengadopsi soal trik pengelolaan transportasi dari wilayahnya. “Walaupun pengelolaan transportasi kami di sini sudah bisa dikatakan baik, tapi tetap saja kami ingin terus lebih baik dan dapat belajar bersama-sama,” ujarnya sembari menyambut dan berterimakasih atas kunjungan Pemprov NTB ke Sulsel dalam berbagi pengalaman soal transportasi.

Ia menerangkan, di Sulsel khususnya Makassar kini sedang menggeliatnya transportasi angkutan umum berbasis online seperti Gokar, Grab, Gojek dan lainnya. Di sisi lain, angkutan konvensional juga menjadi fokus perhatian pihaknya untuk diseimbangkan lagi. “Ada dua opsi sebenarnya yang kami hadapi soal angkutan di sini yaitu online dan konvensional. Online memang terbilang murah/mudah dan fasilitasnya lebih lengkap dari konvensional. Untuk itu, kami memberikan arahan khususnya konvensional agar bisa membuat aplikasi berbeda sendiri atau memilih untuk bergabung. Kalaupun bergabung kita akan mengatur penyesuaian tarifnya,” jelasnya.

Adapun point yang harus diprioritaskan, ungkap Ilyas, yakni untuk persoalan pengelolaan transportasi pihaknya lebih memfokuskan diri pada jalinan koordinasi dengan pihak terkait antara lain pengusaha, pekerja-sopir angkot biru (pete-pete sebutan angkota di Makassar) dan kepolisian.

Selain itu dari sisi pembinaan pihaknya menghimbau agar selalu mengedepankan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. Sehingga, diharapkan angkutan baik jenis online maupun konvensional di wilayah Sulsel khususnya Makassar dikenal akan ciri khas tersebut. “Harus senyum, ramah, tutur sapa yang sopan dan santun. Pola mengemudi juga harus baik. Kami juga menekankan agar kenyamanan dan keamanan lebih diprioritaskan dalam mengembangkan kesan baik transportasi di sini,” ucap Ilyas sembari menambahkan, bahwa trik jitu dalam persoalan tergantung pada nawaitu. Selain itu, koordinasi atau komunikasi harus selaras dan tetap terus terjalin. Sehingga apa yang diharapkan bersama dapat diwujudkan.

Baca Juga  Pilkada Sumbawa 2015 Digelar Secara Langsung

Untuk diketahui, dalam kunjungan ini selain Dishub NTB, Pihak DPRD NTB turut serta mengambil peranan yakni diwakili Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi. Ia menyebutkan, bahwa trik atau solusi memang harus dibarengi kerjasama dan kekompakkan sehingga maksud dan tujuan bisa direalisasikan. “Sangat baik. Kuncinya ya itu tadi kebersamaan. Komunikasi atau koordinasi dengan pihak terkait harus tetap terjalin baik, sehingga segala sesuatunya bisa diatasi ketika menuai persoalan,” ujar Mori Hanafi seraya menambahkan jika sudah kompak, tidak akan muncul masalah. Kalaupun ada pasti bisa terselesaikan dengan baik dan cepat. (NA/SR)

iklan bapenda