Mini Tournament “Fun Fly” di Olat Cabe Sukses Digelar

oleh -16 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (10/04/2017)

Olat Cabe Paraglading Club (OCPC) Kabupaten Sumbawa sukses menggelar Mini Tournament Fun Fly, belum lama inui. Event yang diikuti para penerbang (paragliding) dari KSB, Lombok Tengah, Lombok Utara dan anggota OCPC Sumbawa ini cukup mendapat perhatian masyarakat. Ikut menyaksikan kegiatan bergengsi tersebut di antaranya Kadis Pariwisata Pemudan dan Olahraga Kabupaten Sumbawa, Kepala KPH Batu Lanteh, dan Camat Moyo Utara.

Untuk diketahui, Mini Tournament Fun Fly ini merupakan kegiatan pertama yang digelar pengurus OCPC yang diketuai Gahtan Hafied sejak dilantik Bupati Sumbawa, 3 Februari 2017 lalu. OCPC merupakan klub olahraga kedirgantaraan yang diwadahi Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (Fasida) NTB. Sesuai dengan namanya, kegiatan itu dilaksanakan di Bukit Olat Cabe, Desa Songkar Kecamatan Moyo Utara dengan ketinggian 243 meter di atas permukaan laut, melebihi standar yang ditetapkan untuk melakukan paralayang yakni hanya 60 meter.

Ketua OCPC Sumbawa, Gahtan Hafied yang ditemui mengakui jika kegiatan itu sangat direspon PASI Propinsi NTB. Meski pertamakali dilaksanakan, namun dinilai sukses. Dalam event tersebut, ungkap Aan—panggilan singkatnya, dia berhasil meraih point I, disusul Nanang dari KLU (Kabupaten Lombok Utara), kemudian Zain dari KSB (Kabupaten Sumbawa Barat), Karrom dari Loteng (Lombok Tengah), dan Harry dari Sumbawa.Olat CabeOlat Cabe 2

Menurut Aan, kawasan Olat Cabe sangat bagus. Selain pas dengan olahraga tersebut setelah melalui proses survey keselamatan terbang, juga memiliki panorama alam yang indah, dengan puncak gunung yang memiliki dataran luas yang bisa dijadikan wahana menarik. “Banyak sekali potensi Gunung Olat Cabe yang dapat dikembangkan, salah satunya pembuatan rumah pohon, serta sarana pendukung bagi atlet paralayang. Dari atas Olat Cabe, terlihat Teluk Saleh yang merupakan Aquarium dunia serta dihiasi pulau-pulau cantik tak bertuan serta birunya laut. Dari tempat take off, ungkap Aan, mereka bisa melihat padang savanna dan hewan ternak berlarian. Seketika rasa lelah mendaki puncak Gunung Olat Cabe, buyar dan tergantikan dengan rasa takjub.

Baca Juga  Mampir Sholat Jumat, Jokowi Kepincut Kain Tenun Lombok

Karenanya Ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa dapat memperhatikan sarana dan prasarana bagi atlet Paralayang di kawasan tersebut. Hal ini mengingat potensi Aero Tourism di Olat Cabe sangat menjanjikan. Saat ini kawasan tersebut telah masuk dalam lima ekowisata yang digerakkan Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa. Tentunya proses perijinannya dapat dipercepatkan guna menunjang destinasi pariwisata Sumbawa.

Nanang Wirawan—penerbang asal Lombok Utara, mengakui Kawasan Olat Cabe sebagai lokasi paralayang yang sangat bagus dan layak menjadi salah satu dari 30 lokasi paralayang di NTB. Kelayakan ini karena kawasan tersebut memiliki tiga kriteria yakni pariwisata, prestasi, dan usaha (bisnis tourism). Namun yang harus mendapat perhatian adalah sumberdaya manusia, dan sarana prasarana. “Kalau yang lainnya sangat mendukung baik sunrice dan sunset yang tampak jelas terlihat, juga Pegunungan Tambora yang terkenal dengan letusannya yang mampy mengguncang dunia,” ucapnya.

Ia berharap dari Olat Cabe ini akan lahir paralayang berbakat sekaligus atlit unggulan PON 2020 mendatang. Untuk itu, Pemda Sumbawa harus memberikan dukungan maksimal salah satunya memenuhi kebutuhan dalam membenahi Kawasan Olat Cabe. (JEN/SR)

iklan bapenda