Soal Pikada, Paranormal Dianggap Miliki Peran Strategis

oleh -0 views
bankntb

MATARAM, SR (08/04/2017)

Paranormal dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) dianggap memiliki peran strategis dalam memenangkan kandidat calon kepala daerah. Peran paranormal yaitu dengan cara memberikan saran dan menghitung terkait kemungkinan menang atau tidak. Demikian yang terungkap dalam Diskusi Kamisan yang digelar Komumitas M16 yang dipandu Abdul Majid, Ketua Banar NTB  mengangkat tema “Peran Paranormal Dalam Kontestasi Pilkada” Kamis (6/4/) malam.

Seperti yang disampaikan salah satu paranormal sekaligus narasumber asal Sape Bima, Gus Muji. Menurutnya paranormal dalam pilkada itu perannya untuk memberikan jalan atau saran sesuai dengan karakter masing-masing. “Kalau saya melakukan dengan cara, salah satunya menghitung jumlah huruf dari nama,” kata Gus Muji, sembari mengungkapkan pengalamannya sebelumnya, jika calon tersebut tidak memiliki kesempatan menang, maka akan disampaikan terkait hasil perhitungan.

Diungkapkan Gus Muji, bahwa jika menurutnya yang akan menang dalam pilkada menjadi pemimpin, dilihatnya dari yang memiliki jumlah huruf nama genap. Bahkan pada kesempatan tersebut, Gus Muji juga menyampaikan ada sejumlah nama yang saat ini beredar di tengah masyarakat yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018 mendatang, memiliki kesempatan untuk menang jika dilihat dari hasil hitungan nama. Misalnya, nama Mori Hanafi memiliki kans menang cukup besar. Karena dari hitungan jumlah nama huruf 10 genap dengan konsonan huruf hidup. “Peluang akan lebih besar menang jika berpasangan dengan Ahyar Abduh. Juga memiliki jumlah huruf nama 10 genap dengan konsonan huruf hidup,” paparnya.

Baca Juga  Diskusi Virtual dengan UI, Wagub Paparkan Penanganan Covid-19

Salah satu pendukung paranormal, Lalu Winengan, menyatakan sepakat dengan paranormal, namun yang menggunakan kaidah-kaidah Islam. “Saya sering menggunakan paranormal, namun paranormal yang menggunakan perhitungan dengan huruf Al Qur’an atau ke Kiyai-Kiyai,” ucapnya.

Tidak ada salahnya, menurut Winengan, menggunakan peran paranormal untuk melihat atau meminta saran, karena hitungan tokoh politik beda caranya dengan hitungan yang digunakan oleh paranormal.

Pada diskusi mingguan yang digelar oleh komunitas M16 tersebut juga menghadirkan narasumber yaitu Ustadz Nasir dari Bondir Lombok Tengah dan Ruslan Turmuzi kalangan anggota legislatif. Ustadz Nasir mengatakan, berdasarkan penerawangan yang dilakukannya, dia melihat nama Ahyar Abduh paling mentereng memenangkan kontestasi di Pilkada NTB. “Saya tidak kenal Pak Ahyar. Tapi penerawangan saya beliau paling mentereng (menang) ketimbang kandidat lain,” ungkapnya.

Anggota DPRD Provinsi NTB, Ruslan Turmuzi, mengungkapkan, acapkali ada sesuatu tidak bisa dihitung dengan hitungan dunia biasa. Namun itu bisa dilakoni dengan hitungan ilmu yang dimiliki paranormal. “Itu sudah acapkali saya buktikan. Saya orang percaya dengan paranormal,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur M16 Bambang Mei mengatakan peran paranormal dalam kontestasi pilkada itu ada, namun secara ilmiah tidak bisa dibuktikan. Karenanya M16 mencoba untuk membedahnya. (NA/SR)

iklan bapenda