Lima Kasus Pembunuhan Jadi Atensi Kapolres Sumbawa

oleh -8 views
Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutedjo SIK MT
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (07/04/2017)

Sedikitnya terdapat 5 kasus pembunuhan yang sampai sekarang belum berhasil diungkap jajaran Polres Sumbawa. Padahal sebagian besar kasus pembunuhan ini sudah mengerucut adanya tersangka. Hal ini menjadi pertanyaan besar masyarakat terutama keluarga korban terhadap keseriusan pihak kepolisian mengungkap kasus yang sempat menghebohkan ini.

amdal

Seperti kasus kematian Supri Haryanto—pegawai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang diduga dibunuh lalu jasadnya dibakar. Warga Kelurahan Lempeh ini ditemukan tewas mengenaskan pada 7 Oktober 2015 lalu. Jasadnya ditemukan dalam kondisi terbakar di KM 56 pinggir jalan raya Sumbawa-Lunyuk. Korban dikabarkan hilang tiga hari sebelumnya setelah pamit bertugas mengawasi pengerjaan jalan di Kecamatan Lunyuk. Setahun kemudian, kubur korban digali dan jasadnya diotopsi. Hasilnya mengungkap jika korban dihabisi sebelum dibakar. Hal ini terungkap dari hasil otopsi bahwa terdapat luka bacokan di bagian bokong, luka tusuk pada dada sebelah kiri tembus ke jantung korban. Korban juga menderita retak seperti bekas pukulan benda tumpul di tempurung kepala bagian belakang. Kemudian kasus dugaan pembunuhan Nayla Ramadhani–bayi berumur 2 tahun 4 bulan. Dalam kasus ini polisi menetapkan seorang tersangka yakni SY—ayah tirinya.

Selanjutnya kasus pembunuhan H Mansyur alias Haji Ancing. Humas PT Bunga Raya Lestari (BRL) tewas dengan leher nyaris terputus akibat ditebas orang tak dikenal, 20 Mei 2016 lalu. Saat itu korban yang tinggal di PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng ini sedang mengawasi pengerjaan proyek di Jalan By Pass, Kecamatan Unter Iwis, tepatnya depan Dealer Mitsubishi PT Berlian Cahaya Bima.

Baca Juga  Operasi Yustisi Wajib Masker, Polres Dompu Jaring 15 Pelanggar

Demikian dengan kasus pembunuhan Damsi (55) petani asal Dusun Jelapang, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, yang hingga kini belum terungkap. Polisi terus mendalami petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian. Ditemukan bercak darah yang kemudian dikirim ke Puslabfor untuk tes secara kimia atau fisika. Hasilnya darah yang ditemukan di baju terduga orang yang dicurigai identik dengan darah korban. Damsi ditemukan tak bernyawa tergeletak di kebun jagung belakang SMPN 3 Lunyuk. Tubuh korban saat itu bersimbah darah, terdapat luka menganga yang cukup dalam di leher dan tengkuknya.

Terakhir, kasus pembunuhan Gapit. Kasus ini sudah hampir tiga tahun. Jalaluddin ditemukan tewas bersimbah darah dalam posisi tidur menengadah di gang rumahnya lingkungan RT 02 RW 03 Dusun Abadi desa setempat. Di tubuhnya ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tampak di wajah dan tangannya terdapat luka menganga bekas sabetan senjata tajam.

Terkait belum terungkapnya beberapa kasus pembunuhan itu, Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MM, yang ditemui SAMAWAREA usai Sholat Jumat di Masjid Syuhada, siang tadi, berjanji akan mengeceknya lagi. Memang diakui ada beberapa hutang perkara tahun lalu sebelum dia menjabat sebagai Kapolres Sumbawa. Namun ia tidak mengetahui secara spesifik kasus-kasus tersebut termasuk sejauhmana penanganannya. Ketika rapat dengan semua Kapolsek, Kasat, Kabag dan perwira di jajarannya, Kapolres AKBP Yusuf mengakui telah memerintahkan untuk menginventarisir kasus-kasus yang ditangani terutama kasus tunggakan. Selanjutnya kasus itu dipaparkan dan digelar untuk mengetahui apa kendalanya agar dapat dipecahkan secara bersama-sama. “Insya Allah saya akan kroscek,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda