Harga Gabah Harus Sesuai HPP, Pengusaha Enggan, Bulog Siap Beli

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (04/04/2017)

Curah hujan yang mengguyur Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat beberapa hari ini, membuat kualitas gabah menurun. Kondisi pasti berpengaruh terhadap harga gabah. Harga inilah yang banyak dikeluhkan pengusaha gabah. Sebab apapun kondisinya harga jual gabah di “bumi pariri lema bariri” itu terus tetap dipertahankan sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3.700 per kilogram. Dalam menjaga harga ini, Komando Rayon Militer (Koramil) Taliwang berkomitmen untuk mengawalnya.

Ditemui SAMAWAREA, Senin (3/4) Danramil Taliwang, Kapten Agus SH menegaskan komitmen jajarannya untuk menjaga dan mengawal harga gabah tetap sesuai HPP. Meski diakuinya, banyak pengusaha yang mengeluh dengan kondisi gabah yang kadar airnya tinggi akibat diguyur hujan. Apapun alasannya, ungkap Kapten Agus, harga gabah tetap HPP, sesuai MoU yang disepakati pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan TNI. “Bulog harus siap menyerap gabah petani apabila pengusaha tidak sanggup membelinya,” tegasnya.

Dengan adanya Babinsa yang terus mengawal di lapangan setiap ada permasalahan selama musim panen padi pertama ini selalu cepat diselesaikan. Seperti ada sejumlah gabah yang enggan dibeli pengusaha, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bulogyang kemudian membeli dengan harga gabah petani sesuai harga yang ditentukan pemerintah. Karenanya Ia menghimbau petani yang kesulitan menjual hasil panen gabahnya dengan harga HPP bisa langsung menghubungi pihaknya melalui Babinsa yang tersebar di setiap desa.

Baca Juga  NTB Alami Inflasi 0,63 Persen

Di bagian lain Danramil mengungkapkan permasalahan di lapangan. Petani masih tetap menjual gabahnya kepada pengusaha di bawah HPP. Pasalnya petani tersebut sudah dimodali pengusaha untuk bercocok tanam. “Meski di pasaran harganya mahal tapi petani itu harus menjualnya ke pengusaha yang sudah memberikan pinjaman modal. Ini banyak terjadi di lapangan dan kami tidak bisa intervensi,” ucapnya.

Karenanya Danramil berharap ke depan petani harus lebih memenej keuangannya agar memiliki modal untuk menanam sehingga harga gabah saat panen nanti tidak mudah dipermainkan pengusaha. (HEN/SR)

iklan bapenda