Digulung Banjir, Operator Excavator Ditemukan Jadi Mayat

oleh -0 views
bankntb

DOMPU, SR (04/04/2017)

Suhardono Setiawan (25) operator alat berat yang hilang terseret banjir bandang di Kabupaten Dompu, ditemukan, Selasa (4/4) sekitar pukul 11.30 Wita. Naasnya, warga Blitar Jawa Timur ini ditemukan sudah menjadi mayat di Sungai Na’e Desa Saneo Kecamatan Woja. “Karyawan PT Kayana Surabaya Subkon PT Nindya Karya Persero ini ditemukan Tim SAR, selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dompu untuk divisum,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Muhammad Rum kepada SAMAWAREA, Selasa (4/4).

amdal

Banjir yang menerjang Kabupaten Dompu terjadi Senin (3/4) sore setelah hujan lebat selama beberapa jam. Korban yang sedang bekerja sebagai operator alat berat tak bisa menyelamatkan diri. Air bah langsung menelannya dan terseret bersama excavator yang dikemudikannya. Selain itu 4 unit sepeda motor juga ikut hanyut. Korban sempat dicari setelah BPBD menurunkan tim yang dibantu TAGANA dan warga sekitar. Namun pencarian saat itu hanya menemukan excavator.

Operator Tenggelam 1Disinggung mengenai penanganan pasca banjir, Haji Rum, mengaku telah mengirim bantuan logistik. Untuk pembersihan lokasi, sejak pagi tadi Danramil Dompu Kapten (Inf) Ketut Sugra menerjunkan belasan personilnya. Demikian dengan Camat Dompu Nasaruddin juga ikut mengerahkan warga. Mereka membersihkan sisa banjir di RT 09 Lingkungan Magenda Kelurahan Potu Kecamatan Dompu. Sampah-sampah yang berada di gang dan selokan, serta lumpur di pemukiman warga dibersihkan. Sampah itu dikumpulkan di satu lokasi untuk diangkut menggunakan truk sampah dari Dinas PU.

Baca Juga  Pantau Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Danrem Pakai Sepeda

Seperti diberitakan, banjir bandang menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Dompu meliputi Kelurahan Potu, Kelurahan Bada, Kelurahan Karijawa, dan Desa Kareke. Kemudian Kecamatan Woja meliputi Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai Dua, Desa Wawonduru, Kelurahan Montabaru, Desa Baka Jaya, dan Desa Saneo. Banjir tersebut merendam Desa Kramat Kecamatan Kilo.

Data yang diterima dari Kepala BPBD Dompu, Drs. Imran M. Hasan menyebutkan terdapat 80 KK di Kelurahan Potu terendam. Mereka tersebar di Lingkungan Magenda, dan Soriwono, dengan ketinggan air 1-2 meter. Selanjutnya 15 KK di lingkungan Pelita Kelurahan Bada dan 40 KK di Desa Kareke terdampak terendam air dengan ketinggian 0,5-1 meter. 50 KK di Kelurahan Karijawa 50 KK tepatnya lingkungan Kamporato dan Lingkungan Karijawa Selatan, terendam air setinggi 1 meter. Demikian dengan 35 KK di lingkungan Manggemaci Kelurahan Simpasai, 65 KK di Lingkungan Ginte dan Lingkungan Kandai Dua Barat, Kelurahan Kandai Dua, 100 KK Dusun Kamporato, Wawonduru Timur dan Wawonduru Barat,  Desa Wawonduru. Selain itu 20 KK di Lingkungan VI Kelurahan Montabaru, 25 KK di Dusun Ama Maka Desa Baka Jaya dan 12 KK di Dusun Enca Desa Kramat. Musibah yang menerjang beberapa wilayah di Dompu ini juga menyebabkan satu orang hilang. Adalah Suhardono—Operator Excavator asal Jawa dan tercatat sebagai karyawan PT NK. Korban terbawa arus bersama alat beratnya dan 4 unit sepeda motor. Hingga berita ini terpublikasikan, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian. Sedangkan alat beratnya sudah ditemukan. Mengenai infrastruktur, tercatat jembatan di Desa Katua patah. Jembatan itu akses penghubung Dusun Legara dan Transad Kecamatan Dompu. Kerusakan juga terlihat di jalan provinsi wilayah di Dusun Enca Desa Kramat. (NA/SR)

 

iklan bapenda