Pemprov NTB Launching Aplikasi Ruang Desa

oleh -0 views
bankntb

MATARAM, SR (04/04/2017)

Kementerian Desa dan PDTT bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan Aplikasi Ruang Desa. Aplikasi ini untuk memudahkan aparat pengelola desa melakukan konsultasi langsung dengan pendamping desa. Peluncuran tersebut dilakukan Sekretaris Daerah, Ir. Rosiady Sayuti, Ph.D. bersama Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian, Pelatihan dan Informasi Kemendes PDTT, M. Nurdin, saat Lokakarya Pelatihan Aplikasi Seluler Ruang Desa di Hotel Santika, Kota Mataram, Senin (3/4) kemarin.

amdal

Ruang Desa merupakan aplikasi yang berbasis android yang diperuntukkan bagi pendamping desa dan pengelola desa serta kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) dan penggerak swadaya desa. Selain untuk memudahkan aparat pengelola desa/KPMD dalam melakukan konsultasi langsung dengan pendamping desa, aplikasi ini juga menyediakan notifikasi serta berbagai informasi terkait UU desa serta tatakelola desa dari Kementerian Desa dan PDTT.

Aplikasi ini masih dalah tahap ujicoba selama enam bulan di tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Aceh dan Nusa Tenggara Barat. Di NTB sendiri, terdapat empat kabupaten yang menggunakan aplikasi tersebut, yaitu Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima. Terkait dengan itu, Sekda menyampaikan perlu keberlanjutan program bagi pengembangan desa ke depan. “Jadi, membangun komunikasi dan menyempurnakan ikhtiar untuk bagaimana agar apa yang dibantu selama ini bisa berlanjut. Sehingga jangan sampai selesai proyek selesai perkara,” kata Sekda di hadapan peserta workshop.

Baca Juga  Zulkifli, Pemuda Pelopor Asal Labu Lalar Tembus Nasional
Sekretaris Daerah NTB, Ir. Rosiady Sayuti, Ph.D
Sekretaris Daerah NTB, Ir. Rosiady Sayuti, Ph.D

Selain itu, Sekda menekankan program yang dilaksanakan harus memiliki kemanfaatan kepada masyarakat. Karena, kehadiran pemerintah adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. “Kehadiran teknologi, seberapapun canggihnya tidak akan ada manfaatnya, tidak akan ada gunanya kalau tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena tugas negara itu adalah melayani masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, M. Nurdin menekankan pentingnya sumber daya manusia dan penggunaan teknologi informasi untuk program pembangunan desa. “Kementerian menyambut baik kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk menguji aplikasi ini. Kami berharap kerjasama ini berlanjut untuk mendukung perluasan penggunaan aplikasi ini di provinsi-provinsi lain,” ujarnya, seraya berharap melalui Ruang Desa ini dapat memudahkan pemerintah untuk mendapatkan data yang aktual dalam memetakkan permasalahan mendesak yang ada di desa. (NA/SR)

iklan bapenda