Madu Sejuta Rasa Khas Sumbawa Untuk Madu Sumbawa yang Mendunia

oleh -24 views
Liza Warti Zela Yeta
bankntb

Oleh : Liza Warti Zela Yeta (Mahasiswa Semester 4 Fakultas Teknobiologi UTS)

SUMBAWA BESAR, SR (03/04/2017)

amdal

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi keanekaragaman jenis lebah penghasil madu dan jenis tanaman berbunga sebagai sumber pakan lebah yang cukup besar untuk memproduksi madu. Potensi aneka ragam hayati di Indonesia seharusnya dapat dioptimalkan dengan baik untuk memproduksi madu. Potensi aneka ragam hayati di Indonesia bisa dikelola secara profesional dengan teknik-teknik tertentu untuk meningkatkan konsumsi madu oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan pasar, maka industri madu dan perlebahan akan semakin maju. Produksi nasional madu saat ini diperkirakan 8.800 ton, masih jauh dari kebutuhan yang semestinya sekitar 25.000 ton per tahun. Karena itu, Indonesia masih mengimport madu dan belum dapat memberikan kontribusi devisa kepada negara yang menyebabkan terjadinya ketergantungan terhadap madu import. Padahal kita telah memiliki sumber daya alam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan akan madu. Dengan demikian, peluang usaha pasar di Indonesia sangat besar.

Madu merupakan produk yang mengandalkan sumber daya alam untuk produksinya. Potensi sumber daya hutan yang cukup luas di Indonesia membuat Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan negara lain. Pembangunan ekonomi di Indonesia harus ditingkatkan dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya hutan yang ada seperti lebah penghasil madu sehingga dapat menjadi keunggulan bersaing dan bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan perekonomian nasional secara umum untuk meningkatkan pendapatan serta taraf hidup masyarakat Indonesia.

Madu merupakan bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi karena rasa, nilai gizi dan khasiatnya yang tinggi. Khasiat madu membuat madu disukai oleh banyak orang sebagai jenis makanan yang unik sekaligus bersifat obat serta mampu memberikan tambahan tenaga bagi tubuh. Madu mempunyai rasa yang lezat, nikmat dan sangat berkhasiat. Telah berabad-abad lamanya madu memiliki peranan penting bukan saja sebagai bahan makanan dan pemanis, tapi juga sebagai penangkal berbagai penyakit.

TrigonaSumbawa, salah satu Kabupaten di Provinsi NTB dengan luas 516.242 Ha atau (48.67 %). Merupakan salah satu wilayah yang cukup penting bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Nusa Tenggara, walaupun secara luasan relatif lebih kecil dibanding wilayah lain di Indonesia. Dan salah satu potensi alam yang dikembangkan di Kabupaten Sumbawa adalah lebah penghasil madu. Madu lebah di Sumbawa sebagian besar dihasilkan oleh jenis lebah dari Apis dorsata atau oleh banyak kalangan perlebahan dikategorikan sebagai madu raksasa karena ukurannya lebih besar dari jenis lebah madu lainnya. Jenis Apis dorsata ini merupakan jenis lebah hutan yang hingga saat ini di kalangan masyarakat Sumbawa belum dapat dibudidayakan baik dengan cara tertutup maupun dengan cara terbuka. Selain itu terdapat pula jenis lebah madu yang dapat dibudidayakan yaitu Lebah Trigona.

Baca Juga  Korban Banjir yang Sudah Pernah Direlokasi akan Diidentifikasi

Trigona Sp. merupakan salah satu spesies lebah penghasil madu anggota Famili Meliponidae (tidak memiliki sengat), berukuran kecil dan merupakan salah satu serangga pollinator penting. Lebah jenis ini masih kurang populer dibanding dengan Famili Apidae, seperti Apis mellifera dan Apis dorsata. Sampai saat ini produksi sarang Trigona diperoleh dari mencari langsung ke hutan karena budidaya Trigona masih belum berkembang, selain itu produksi madunya tergolong sedikit (1-2 kg atau sekitar 2 liter per koloni per tahun). Trigona sp sebagai lebah yang dapat dibudidayakan akan sangat membantu dalam peningkatan mutu dan kualitas dari madu Sumbawa. Sumber habitat yang beragam tersebut menyebabkan lebah Trigona sp. tidak banyak diketahui oleh peternak dan masyarakat pada umumnya. Keadaan tersebut juga disebabkan keterbatasan ilmu dan pengetahuan tentang lebah Trigona sp., sehingga penguasaan teknologi budidaya, pemindahan koloni dan perbanyakan koloni lebah masih sangat minim.

Kesadaran petani lebah untuk melakukan penanaman baik tanaman pakan lebah ataupun tanaman kehutanan masih rendah karena kurangnya pembinaan lanjutan terhadap petani lebah dan usaha budidaya lebah madu merupakan usaha sampingan yang dilakukan hanya untuk menambah penghasilan saat hasil pertanian dan perkebunan belum bisa diperoleh. Padahal usaha pemeliharaan lebah madu memberikan dampak positif terhadap proses kelangsungan pelestarian hutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hutan ataupun perkebunan karena sifatnya membantu penyerbukan bunga (pollimer) (Murtidjo, 2011).

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut saya melihat peluang bagi para peternak lebah madu agar mampu bersaing dan mampu menciptakan suatu inovasi yang akan memenuhi selera pasar. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan produk lebah madu dengan aneka rasa berbeda yang diperoleh dari sumber nektar tanaman berbeda pula. Melalui pengembangan kotak lebah atau stup sebagai tempat bersarang dengan modifikasi ukuran, tanaman pakan dan jarak penempatan pada bedengan. Stup tersebut terbuat dari papan kayu yang telah kering, sehingga memberikan kenyamanan lebah Trigona sp. dalam berproduksi. Penggunaan stup lebah memiliki beberapa keunggulan yaitu memudahkan pengontrolan perkembangan kesehatan koloni dan proses panen madu sehingga merusak struktur sarang lebah.

Baca Juga  Diinisiasi UTS, Masyarakat Hijaukan Olat Batu Desa Kerekeh

Keunggulan lainnya dapat digunakan secara kontinyu sebagai tempat bersarang. Adapun jenis-jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber pakan lebah adalah Teh (Camellia sinensis), Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), Jambu Biji (Psidium guajava), Pisang (Musa spp), Mangga (Mangifera indica), Alpukat (Persea americana), Pepaya (Carica papaya), Mawar (Rosa sp), Putri Malu (Mimosa invisa), dan Belimbing (Averhoa carambola). Ketika budidaya lebah madu aneka rasa dapat diterapkan maka hal ini akan menarik minat dari masyarakat untuk mengembangkan dan menjadikan ini sebagai suatu hal yang bernilai tinggi dan sangat ekonomis.

Peternakan lebah madu dengan memanfaatkan beberapa sumber nektar akan menambah nilai tambah buat kualitas lebah madu. Dengan metode ini akan dihasilkan madu dengan berbagai rasa sesuai sumber nektar yang ada. Proses produksi madu dari Trigona sp., mengikuti peternakan dengan metode khas sumber nektar. Peternakan dengan metode ini dilakukan dengan pembangunan sarang lebah dengan sistem tertutup dengan sumber nektarnya agar nektar yang diperoleh sesuai dengan rasa yang diinginkan. Keberadaan madu dengan rasa yang beragam berdasarkan sumber nektarnya akan menambah nilai ekonomis dari madu tersebut. Keberadaan madu sejuta rasa khas Sumbawa akan menjadi ikon yang potensial serta sumber pendapatan dengan nilai lebih untuk masyarakat Kabupaten Sumbawa. Produksi madu sejuta rasa ini diharapkan mampu menjadi produk potensi lokal yang siap bersaing secara global. Keikutsertaannya dalam siklus ekonomi dan pemasaran diharapkan menjadi produk yang mampu bersaing dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean. Suatu kajian tematik yang akan menjadi landasan utama dari produk ini adalah peranan pelajar dalam semboyan “Dari Indonesia untuk Indonesia, dari lokal untuk global”. (*)

iklan bapenda