UTS Siap Hadirkan Inovasi untuk Sumbawa Melalui PHBD

oleh -7 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (31/03/2017)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) patut berbangga. Pasalnya 5 praproposal perihal Tawaran Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2017 yang diselenggarakan Kemenristekdikti 8 Februari 2017 lalu, dinyatakan lolos. Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada situs resminya menyatakan telah menerima sebanyak 2.891 Praproposal. Setelah dilaksanakan penilaian pada tanggal 15-17 Maret 2017, menyampaikan hasilnya praproposal yang lolos atau layak diteruskan menjadi proposal lengkap, sebanyak 410 praproposal untuk disempurnakan menjadi proposal sebelum 5 April 2017 mendatang. Program Kemenristekdikti sendiri, memberikan tawaran ke berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia. Tujuannya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan, dan dalam menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkonstribusi bagi masyarakat di desa.

amdal

Lima praproposal yang layak disempurnakan oleh organisasi kemahasiswaan UTS tersebut merupakan usaha dari Community of Management dengan judul Mahasiswa Goes to Pesantren: Pendampingan Budidaya Ikan Lele, Community Social Research: Pemberdayaan Perempuan “Poto” Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif “Kre Alang”. Kemudian Kelompok Studi Pangan dan Agrokompleks: “Pengembangan dan Pembinaan Budidaya Jamur Tiram Berbasis Home Industry sebagai Penunjang Ketahanan Pangan dan Ekonomi di Dusun Tahan Nangatalo Sumbawa”, Capital Market Sosial Society: “Lahan Mati sebagai Sumber Kehidupan dengan Pengelolaan Peternakan Tradisional secara Komersial” dan UKM Pengembangan Agroindustri: “Pa’le (Plasma Budidaya Lele) dengan Metoda Plasma Sebagai Solusi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Pungka Kabupaten Sumbawa”.

Baca Juga  Tim UEFo UTS Kembangkan Leseng Menjadi Desa Inggris

Rektor UTS Dr. Andy Tirta, M.Sc mengaku bangga dengan geliat mahasiswanya yang tanggap terhadap program tersebut. Mahasiswa sendiri dapat terus berkembang untuk menciptakan dan mengembangkan inovasi-inovasi yang nantinya berguna bagi masyarakat. “Semoga tahap ini menjadi awal baik dan memberikan banyak kebaikan,” harapnya.

UTS PHBDWin Ariga–Warek III bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan SDM, mengaku telah meminta dosen pendamping untuk mengkoordinasikan masing-masing organisasi mahasiswanya dalam penyelesaian praproposal tersebut. “Masih ada tahap penilaian proposal dan persentasi. Kami sudah minta kepada masing-masing dosen pendamping dari tim yang lolos agar segera mempersiapkan proposal terbaiknya untuk di-input kembali ke belmawa dikti,” ungkapnya.

Win Ariga merasa bahagia dengan lolosnya 5 praproposal dari organisasi mahasiswa UTS. Hal ini karena UTS termasuk dalam 7 universitas se-Indonesia yang berhasil menembus kesempatan praproposal terbanyak untuk disempurnakan bersama Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Islam Malang, Universitas Kanjuruhan, Universitas Musainus Marauke, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Syiah Kuala. “Output yang diharapkan agar ilmu yang ada di kampus, hilirisasinya berupa unit-unit usaha maupun bentuk pengabdian lainnya yang dirasakan langsung oleh masyarakat Sumbawa,” tambah Win.

Menyadur “PHBD untuk Negeri” mahasiswa sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional akan menjadi penggerak bangsa di masa depan. Karenanya, salah satu indikator kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kualitas mahasiswanya saat ini. Mahasiswa yang berkualitas adalah yang memiliki multi kecerdasan, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial. Karena itu, proses pembelajaran perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skill dan hard skill. Sehingga tujuan dari pendidikan nasional mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dapat terealisasi. (JEN/SR)

iklan bapenda