Pesona Wisata Mantar Ajang “Menjual” Wisata KSB

oleh -9 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (31/03/2017)

Awal April mendatang menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mempromosikan potensi pariwisatanya. Melalui Pesona Wisata Mantar yang akan dilaksanakan pada 2—8 April, KSB akan ‘menjual’ potensi tersebut untuk para penikmat wisata.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Tambora Menyapa Dunia ini difokuskan di Desa Mantar yang diplot sebagai desa budaya. Desa ini menjadi tempat event paralayang kelas dunia. Dalam Pesona Wisata Mantar tersebut berbagai pakaet acara seni dan budaya digelar. Seperti Paralayang di puncak Mantar (2-4 April), Barapan Kebo (Karapan Kerbau) di Desa Tapir Kecamatan Seteluk, Karapan Ayam di Desa Senayan Kecamatan Poto Tano, dan Perlombaan Sepatu Roda di Areal Perkantoran KTC Kecamatan Taliwang (6-8 April).

Dengan berbagai kegiatan ini, diharapkan menjadi ajang bagi pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mempromosikan semua paket wisata di Sumbawa Barat. “Saya harap bukan hanya Mantar yang terekspos tapi semua wisata yang ada di KSB, sebab tidak kalah dengan destinasi di daerah-daerah lain,” kata Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST dalam konfrensi pers, Kamis (30/3).

Bang Fud—sapaan akrab Wakil Bupati, menyebutkan salah satu contohnya, Pantai Feser yang merupakan tempat surfing dunia karena terkenal dengan ombaknya yang sangat diminati para peselancar. Ia mengaku sudah meminta Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Dikbudpar) untuk membuat paket wisatanya. Misalnya, Paket Wisata ke Sekongkang apa yang akan disuguhkan di sana. Demikian juga ke Maluk. Belum lagi paket wisata air tawar dengan mempromosikan Air Terjun Jereweh dan Air Terjun Bangkat Monteh. “Kenapa ini dibuat paketnya, supaya ada tawaran menarik. Jadi bukan hanya pantainya yang bisa dilihat di Sumbawa Barat tapi kita juga punya air terjun yang juga tak kalah indah. Termasuk Kemutar Telu Center (KTC) yang bisa dijadikan salah satu ikon wisata malam keluarga,” bebernya.

Baca Juga  NTB-Uzbekistan Sepakat Jalin Kerjasama Wisata Halal

Mantar Paralayang 2

Mengenai penataan obyek wisata, Bang Fud mengaku sudah menemui Menteri PDT dan Transmigrasi sekaligus mengusulkan bantuan agar dibangun homestay di Mantar. Pihaknya ingin menjadikan Mantar tempat yang unik, dengan tetap menjaga kearifan lokal. Di antaranya terus mempertahankan model rumah panggung dengan tidak membangun rumah batu. Rumah panggung ini ditata sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi para wisatawan yang menginap. “Nanti kita akan membangun dan merenovasi beberapa rumah di Mantar agar lebih terasa indah dan nyaman buat wisatawan,” imbuhnya.

Mantar akan memiliki ciri khas tersendiri yang dibangun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Ia berharap para wisatawan meliriknya. Untuk daya tariknya, Mantar akan diperkuat dengan adanya kerajinan tangan membuat pernak-pernik dan aksesoris lainnya agar wisatawan bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh. Di samping itu masyarakat merasakan multiplier effect. “Ini yang terus kami promosikan dalam upaya menarik pangsa pasar,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kadis Dikbudpar KSB, Ir. IGB Sumbawanto M.Si menyampaikan untuk mendorong wisata di KSB, pihaknya akan menggelar diskusi melibatkan para pemillik hotel, calon travel agent, Ketua PHRI NTB dan Ketua ASITA. Semua pihak ini juga sudah menyatakan bersedia hadir dalam kegiatan Pesona Wisata Mantar. Dalam Pesona Wisata Mantar tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan travel agent di Denpasar. “Kami akui kendala kita itu di transportasi. Ada satu travel agent di Denpasar yang ingin membuat paket berkunjung ke Bali, gratis ke KSB. Cuma dia tanya saya, apakah sudah ada travel agent dan guide di KSB ini. Terus terang kita belum punya guide. Kita juga belum punya travel agent. Tapi kami akan berusaha untuk membenahinya termasuk ke depan menyediakan travel agent dan guide,” ujar Sumbawanto.

Baca Juga  Diduga Praktek Curang, Koperasi Lombok Sejati Terancam Ditutup

Ia mendapat informasi tidak kurang dari 500 orang berselancar setiap harinya di Kuta Bali. KSB berupaya dapat mengambil sebagian dari mereka agar berminat berselancar ke KSB. “Saat pertemuan usai Pesona Wisata Mantar, kami akan tantang semua pemilik hotel di KSB. Kalau Pemda bisa membeli 5 kamar hotel hunian dari surving ini, mereka harus rela 1 atau 2 kamar digratiskan. Saya yakin kalau kita pasarkan surfing ke KSB gratis pulang pergi, akan di “bom” KSB ini,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

iklan bapenda