Klarifikasi Tudingan, Kades Lape Siap Lapor Balik

oleh -9 views
tebing sungai dibangun tanpa pondasi dan posisinya menggantung.
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (31/03/2017)

Kepala Desa Lape Kecamatan Lape, Johar Arifin SH menanggapi tudingan sekelompok masyarakat yang mempermasalahkan pengelolaan dana desanya yang diduga terjadi penyimpangan. Dugaan ini telah dilaporkan ke Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Sumbawa agar dapat diusut secara hukum.

Kepada SAMAWAREA, Jumat (31/3), Kades mengakui jika Cekdam yang dibangun itu memang belum selesai. Ini karena petani sudah menanam padi sehingga tidak ada jalan untuk membawa material ke lokasi. Namun demikian anggarannya masih ada di TPK. Kemudian jalan menuju Makam (pemakaman umum) menurut Johar—akrab Kades dua periode ini disapa, sudah tuntas hanya masih ada pohon kayu besar yang belum hancur dan sebagian sudah dibawa banjir.

Untuk diketahui, sebelumnya Tokoh Masyarakat Desa Lape, Abdul Kappi dkk melaporkan dugaan penyimpangan penggunaan dana desa tahun anggaran 2015—2016. Mereka mempermasalahkan alokasi anggaran untuk beberapa kegiatan fisik di desa tersebut. Selain dinilai tidak sesuai prosedur, hasil pengerjaan fisik kegiatan jauh dari spesifikasi tekhnis. Ia mencontohkan pembangunan Cekdam yang tidak rampung, sehingga minim manfaat. Akhirnya para petani bergotong-royong menggunakan bambu dan terpal agar cekdam itu dapat mengairi sawah mereka. Kemudian jalan usaha tani (JUT) hanya distriping dan dikerjakan hanya tiga jam. Jalan rabat beton di RW 08 juga sudah mulai rusak, padahal baru dikerjakan beberapa bulan yang lalu. Ada juga pembuatan jalan yang talutnya lebih tinggi dari jalan. Ketika musim hujan, jalan tersebut tergenang.

Baca Juga  Ciptakan Sumbawa Aman, Kapolres Galang Dukungan
tebing sungai dibangun tanpa pondasi dan posisinya menggantung
tebing sungai dibangun tanpa pondasi dan posisinya menggantung

Selain menanggapi tudingan tersebut, Kades Johar menyerang balik para pelapor. Menurutnya, Abdul Kappi pernah mengerjakan rabat beton yang sarat penyimpangan. Selain volumenya kurang, besi yang dipakai tebalnya hanya 7 centimeter padahal seharusnya 14 cm. Demikian pasangan tebing sungai dibangun tanpa pondasi dan posisinya menggantung. Belum lagi tingginya kurang. “Masih banyak yang dikerjakan saudara Kappi tidak benar semua, termasuk membuat terali panggung. Nanti saya beberkan dalam satu rangkuman untuk saya kirim ke semua media massa. Tidak hanya itu saya akan lapor kelompok yang melapor saya terkait hasil pengerjaannya ke tempat mereka melaporkan saya,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

RUMAH DIJUAL

iklan bapenda