Mangkir Tiga Kali, Rekanan Rumah Adat Diburu Jaksa

oleh -0 views
Kajari Sumbawa, Paryono SH MH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (30/03/2017)

Karena tidak proaktif dan tiga kali mangkir dari panggilan, Teguh Maramis—rekanan pembangunan rumah adat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini menjadi incaran pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Alasan tersangka mangkir dari panggilan karena sakit, tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Karenanya kejaksaan telah mengirim tim ke kampung halaman tersangka di Tuban Jawa Timur. Tim ini telah berkoordinasi dengan kejaksaan setempat untuk melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka. Hal ini diungkapkan Kajari Sumbawa, Paryono SH MH saat dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Kamis (30/3).

amdal

Sejauh ini Kajari mengaku tidak mengetahui keberadaan tersangka meski sudah dicari di rumah sakit tempatnya berobat. Demikian di rumahnya juga tidak ada. Kebetulan rumah tersangka sedang diperbaiki. “Kami masih memastikan keberadaan tersangka ini dengan memasang informan di sana, jika ditemukan akan kami amankan dan bawa ke Sumbawa,” ujar Kajari.

Paryono mengungkapkan, berkas perkara kasus tersangka Teguh Maramis sudah dinyatakan lengkap tinggal ditingkatkan statusnya ke tahap penuntutan. “Jika sudah ada tersangka, penanganan kasus ini kami tingkatkan,” ucapnya.

Seperti diberitakan, pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB ini dianggarkan Rp 2 miliar. Persoalan muncul setelah proyek tersebut mangkrak menyusul adanya pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pemutusan kontrak ini dilakukan karena kontraktornya diduga kabur. Rumah adat itu dikerjakan PT AS selaku pemenang tender. Rekanan itu hanya merealisasikan pekerjaan 5,4 persen. Tapi PT AS diinformasikan telah menerima dana sebesar Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya. Hasil penyidikan pihak kejaksaan menetapkan PPK sebagai tersangka. Kini yang bersangkutan sudah bebas setelah menjalani hukumannya. Hasil pengembangan kejaksaan menetapkan tersangka baru yakni rekanan proyek tersebut, Teguh Maramis. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Usut Penyalahgunaan Rekomendasi BBM Bersubsidi

RUMAH DIJUAL

 

iklan bapenda