Draft RKPD 2018, Mantapkan Infrastruktur dan Pacu Investasi

oleh -0 views
Kepala Biro (Karo) Humas Pemprov NTB, H Yusron Hadi
bankntb

MATARAM, SR (30/03/2017)

Angka kemiskinan di NTB hingga akhir 2016 masih mencapai 16,02%. Untuk terus menekan angka tersebut, seluruh upaya pembangunan harus difokuskan tidak saja untuk mengejar penurunan angka kemiskinan, namun juga mengurangi kesenjangan yang saat ini rationya pada posisi 0,36 maupun tingkat kedalaman kemiskinan. “Kita memang telah banyak membangun infrastruktur di berbagai bidang namun juga masih banyak yang dibutuhkan sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan minat investasi di daerah,” kata Kepala Biro Humas Pemprov NTB, H Yusron Hadi, Rabu (29/3) kemarin.

Infrastruktur yang dibangun hendaknya tidak hanya bersifat hard infrastruktur (fisik). Tapi jauh lebih penting soft infrastruktur, perangkat lunak maupun social preparation untuk menopang keberadaan hard infrastruktur. Demikian halnya investasi tidak saja untuk mengejar pertumbuhan, mengeksploitasi pemanfaatan SDA secara masif berorientasi jangka pendek, melainkan seharusnya berpikir untuk pengembangan investasi yang manfaatnya dapat dinikmati secara keberlanjutan. “Kita perlu mencermati, mengantisipasi siapa pelaku dan penerima manfaat dari investasi yang dilakukan sehingga benar-benar kehadiran investasi dapat menguntungkan semua pihak terlebih dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak. Berikan ruang-ruang yang lebih luas bagi ekonomi kerakyatan untuk terus berkembang di tengah kehadiran retail-retail modern. Dengan demikian seluruh upaya pembangunan infrastruktur dan pengembangan investasi di daerah betul-betul mampu memberi jawaban upaya pengentasan kemiskinan,” ucap Gubernur NTB, M Zainul Majdi MA dalam sebuah kesempatan. (NA/SR)

 

Baca Juga  Satgas Kejahatan Jalanan Tembak Pejambret

 

iklan bapenda