Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Gedung Serbaguna Sengkal

oleh -0 views
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH., SIK
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (28/03/2017)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa akhirnya menetapkan 4 tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Dusun Sengkal, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir. Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara yang diikuti dengan pengiriman surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, Senin (27/3) kemarin.

amdal

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Elyas Ericson SH SIK, membenarkan telah ditetapkannya 4 orang tersangka. Para tersangka itu berinisial MS—Kepala Dusun Sengkal yang merupakan mantan Penjabat Kades Batu Bangka, RH SH Direktur CV RD selaku pelaksana proyek, AL A.Ma (bendahara desa) dan BR selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Batu Bangka. Keempat tersangka ini dijerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dijelaskan Ericson—akrab Kasat Reskrim disapa, kasus dugaan korupsi ini terjadi pada 15 Agustus 2016 lalu. Saat itu di Dusun Sengkal Desa Batu Bangka terdapat pembangunan gedung serba guna (GSG) senilai Rp 120 juta yang berasal dari bantuan khusus Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui aspirasi anggota DPRD Sumbawa Hairil–Anggota Fraksi PAN. Setelah melalui verifikasi administrasi mulai dari SPKD BPM-PD dan DPPK Sumbawa, dana tersebut ditransfer ke rekening Bendahara Desa Batu Bangka dan masuk dalam APBDes Batu Bangka Tahun 2016. Kemudian MS selaku pejabat Kepala Desa Batu Bangka saat itu menunjuk RH SH selaku Direktur CV RD secara lisan tanpa surat perjanjian (kontrak) untuk mengerjakan atau melaksanakan pembangunan Gedung Serba Guna Sengkal. Selanjutnya 15 Agustus 2016, dana pembangunan gedung serba guna itu dicairkan PT Bank NTB Sumbawa oleh MS dan AL (Penjabat Kades dan bendahara), Ikut mendampingi pencairan tersebut adalah BR selaku Ketua TPK. Setelah uang dicairkan, mereka menuju Rumah Makan Jogja bertemu dengan RH selaku rekanan untuk menyerahkan uang tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kwitansi penyerahan tertanggal 15 Agustus 2016. Namun celakanya meski sudah menerima uang hingga kini oknum rekanan tersebut tidak pernah mengerjakan pembangunan Gedung Serba Guna di Dusun Sengkal tersebut. RH beralasan uang itu digunakan untuk membiayai proyek lain. Penyidik Unit Tipikor Polres Sumbawa yang dipimpin Kanitnya, AIPTU Sumarlin sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan tidak menemukan bangunan dimaksud. Penyidik hanya menyita sejumlah barang bukti berupa APBDes Desa Batu Bangka Tahun 2016, RAB dan gambar Gedung Serba Guna, surat permohonan pencairan dana bantuan khusus ke Bupati Sumbawa tertanggal 27 Juli 2016, dan kwitansi penyerahan uang Rp 120 juta tertanggal 15 Agustus 2016. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Polsek Plampang Gelar Aksi Bersih Lingkungan Cegah Corona dan DBD