Seminar Bisnis Wempy Suciady Disambut Antusias

oleh -15 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (26/03/2017)

Ratusan calon pengusaha memadati ruang pertemuan Hotel Tambora Sumbawa, Sabtu (25/3). Mereka sangat antusias mengikuti Seminar Bisnis “Jadi Pengusaha Tour & Travel” yang menghadirkan motivator bisnis kelas dunia, Wempy Suciady. Seminar sehari ini dibuka secara resmi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah.

Dalam sambutannya Wabup berharap seminar ini akan mampu menambah entrepreneur (pengusaha muda) di Tana Samawa. Sebab ciri negara atau daerah maju adalah banyaknya pengusaha. Dengan kehadiran Motivator Bisnis nomor satu di Indonesia ini, Wabup berharap dapat menularkan ilmunya sehingga calon pengusaha yang menjadi peserta dapat menjadi pengusaha sukses yang nantinya dapat memberikan konstribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Masyarakat Sumbawa ini haus ilmu dan ingin maju tapi caranya yang mungkin belum diketahui. Semoga kehadiran Sang Motivator Wempy Suciady dapat menjadi inspirasi,” ucapnya.

Sementara Wempy Suciady—motivator sekaligus pemilik The One Enterpreneur, dalam paparannya menjelaskan tips dan trik menjadi pengusaha sukses terutama bidang tour & travel. Selain itu tokoh utama pada acara Coffe Break TV One yang rutin disiarkan Sabtu dan Minggu ini memberikan informasi perkembangan bisnis tour & travel yang menjanjikan Tahun 2017, maupun rahasia membuka bisnis tour, travel dan My Big Mall dengan murah dan mudah. Pria berkaca mata ini juga membeberkan tips dan trik cara menjual lebih mahal tapi pelanggan mengucapkan terima kasih, serta tips dan trik memiliki peternakan uang yang bisa bekerja 24 jam. Wempy meminta calon pengusaha untuk tidak takut gagal dan berputus asa dalam memulai bisnis. Kerja keras, tekun dan menggapai peluang menjadi salah satu kunci meraih kesuksesan.

Seminar Wempy 1

Wempy mencontohkan dirinya yang memulai usahanya dari nol dan pernah gagal. Dia juga bukan berasal dari kalangan konglomerat, tapi dari keluarga yang pas-pasan. Itu terjadi empat tahun silam. Dia memulai usahanya dengan modal Rp 3 juta plus hutang. Namun sebelum berbisnis dia bekerja sebagai karyawan Distributor Semen Tonasa di Kota Bima NTB selama 10 tahun. Tujuannya dia bekerja bagaimana bisa mengumpulkan modal agar menjadi seorang pengusaha. Setelah mengantongi uang Rp 400 juta dari hasil jerih payahnya, dia pulang ke kota kelahirannya, Makasar. Dengan modak tersebut dia mengawali dengan usaha rumah makan Vegetarian, selain dinilai unik juga dipastikan laku keras. Ternyata perkiraannya meleset, dalam setahun usahanya terhenti dan modal kerja selama 10 tahun habis. Saat itu dia hanya memiliki uang Rp 3 juta dan mulai berpikir untuk membuka warung kopi. Karena tidak memiliki tempat untuk usaha tersebut, muncul di benak Wempy untuk berbisnis online. “Saya coba keliling Kota Makassar dan tanya travel-travel di sana, saya mau bisnis travel,” kata Wempy.

Baca Juga  10 Desa Terpencil di KSB Dijamah Internet

Namun untuk bisnis travel ini harus memiliki perusahaan dalam bentuk PT (perseroan terbatas) dengan biaya cukup mahal dan prosesnya a lot karena harus mengurus SIUP, TDP, NPWP, dan ijin pariwisata. Cukup waktu tiga bulan dan menghabiskan uang Rp 15 juta. Tapi yang berat bukan biaya pengurusan PT ini, melainkan deposit yang harus ada untuk satu maskapai. “Untuk satu maskapai depositnya Rp 10 juta, jika 10 maskapai berarti Rp 100 juta. Ini masih penerbangan lokal belum internasional. Saya pun terus berpikir,” ujarnya.

Wempy mulai mencari informasi melalui internet dan mendapat penawaran dua omzet yaitu menjadi agen dengan focus berjualan tiket, dan menjadi diler (distributor). Untuk menjadi agen harus membeli system (software) Rp 3,75 juta, sedangkan diler Rp 25 juta. Dia tertarik memilih Diler tapi yang menjadi persoalan bagaimana cara mendapatkan uang Rp 25 juta. Singkatnya, dia mengajukan pinjaman bank dan berhasil membeli softwarenya. Pertama memulai usaha itu dengan focus pada promosi dan mulai berjualan tiket. Bulan pertama hanya dapat komisi puluhan ribu, bulan kedua Rp 200 ribu dan bulan keempat hanya Rp 400 ribu. Hasil ini tidak cukup untuk makan apalagi untuk membiayai kepentingan lain. Ibunya sempat menyarankan agar dia kembali bekerja. Saran ibunya ini sangat berat untuk dipenuhi, sebab harus mengulang dari awal selama 10 tahun mengumpulkan modal. Bisa-bisa usianya habis. Ia pun berketetapan hati untuk focus dan menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. “Saya mulai bertanya dalam hati kenapa bisnis travel orang lain maju kenapa saya tidak. Jadi saya berpikir yang salah itu bukan bisnisnya, yang salah adalah caranya. Bisnis tidak pernah salah. Ketika salah kita harus mau memperbaikinya. Inilah yang saya lakukan,” ucapnya.

Baca Juga  PT Seger Jangan Bersikap Arogan

Jika sebelumnya focus menjual tiket, kini dia focus menjual keagenan. Dengan keagenan tersebut dia memiliki banyak reseller dan omzetnya cukup besar. Dari sebulan beromzet Rp 17 Milyar kini telah mencapai Rp 2,5 Triliun dan menjadi yang terbesar di Indonesia. “Kita besar bukan karena kita hebat, tapi banyak agen dan reseller di bawahnya. Kita selalu menonjolkan bagaimana orang itu bisa maju, kita hanya memback-up dari belakang. Ketika mereka sukses, kita pun demikian,” imbuhnya.

Wempy tidak menampik, bahwa mengikuti dan mengambil manfaat dari seminar ini sangat penting. Setelah ikut seminar dan bergabung dalam The One Enterpreneur, peserta akan memiliki sistem dan bisa langsung menjalankannya mulai dari pesan dan booking tiket pesawat maupun kereta api. Dalam sistem ini ada juga PPOB (Payment Poin Online Banking) seperti pembayaran listrik, pulsa dan asuransi (BPJS). “Kita tidak perlu mengantri di swalayan atau tempat-tempat pembayaran yang membutuhkan waktu dan transportasi untuk melakukan transaksi tiket, listrik dan lainnya. Tapi hanya dengan menggunakan sistem ini kita tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjalan ke suatu tempat untuk melakukan pembayaran tersebut. Hanya di balik meja atau hanya menggunakan handphone android, semua bisa teratasi,” jelasnya.

Bisnis ini juga bisa memberikan keuntungan untuk orang pasif sekalipun. Mereka bisa mengambil paket-paket yang telah disediakan. Misalnya paket dealer, dia bisa mendapatkan pasif income, tapi dengan syarat harus melakukan update income terlebih dahulu. “Dealer ini bisa menjual sistem travel kami atau bisa menjual bisnis travelnya lagi ke orang lain (agen). Tapi untuk suksesnya bisnis ini, Wempy menekankan tiga hal. Pertama, harus ada niat. Jika sudah ada niat apapun halangannya pasti bisa dilalui. Kedua, mindset (pola pikir). Hasil itu tergantung dari pola pikir. Karena ketika berpikir yang buruk maka buruk pula yang didapat, demikian sebaliknya ketika berpikir positif maka hal positif yang diperoleh. Ketiga, keinginan untuk belajar. Untuk diketahui, sistem The One Enterpreneur ini menggunakan sistem IT dan android. Dengan belajar akan menguasai sistem. Dan menguasai sistem adalah kunci sukses dalam bisnis ini. (JEN/SR)

iklan bapenda