Petani Rumput Laut Kertasari KSB Merugi

oleh -14 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (23/03/2017)

Petani rumput laut di Desa Kertasari Kecamatan Taliwang KSB mengalami kerugian. Pasalnya rumput laut mereka terserang penyakit sehingga hasilnya yang menurun dan harganya terbilang murah. Amiruddin–salah seorang petani rumput laut Desa Karya kepada SAMAWAREA, Kamis (23/3), mengakui hasil panen mereka menurun. Penyakit yang menyerang ini menjadi penyebab rumput laut mereka tidak bisa berkembang. “Derita kami semakin lengkap karena harga rumput laut yang menurun, sekitar Rp 7000 per kilogramnya,” ujarnya.

amdal

Amir mengaku tidak paham dengan munculnya penyakit yang menyerang rumput laut. Jika dikatakan karena ombak, tidak beralasan. Sebab intensitas ombak laut Kertasari sudah normal. Namun Amir mencurigai keberadaan tambak. Ini didasarkan pada petani rumput laut yang berada di Labuan Mapin Kecamatan Alas Barat yang seketika berhenti karena laut tercemar akibat keberadaan tambak. Meski demikian dia tidak berani memastikan jika penyakit rumput laut karena limbah tambak, karena belum ada kepastian yang mendasar. “Kalau rumput laut sudah kena penyakit, kita hanya bisa bersabar tanpa bisa berbuat apa-apa, apalagi mengobatinya,” imbuhnya.

Meski demikian, petani setempat tetap harus menanam karena tidak memiliki pilihan lain dan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami hanya berharap semoga tanam berikutnya bisa lebih baik,” pintanya.

Secara terpisah, M Agus warga Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat, mengaku sudah tidak lagi menanam rumput laut di Perairan Semangat Baru LABU Mapin. Menurut Agus, rumput laut tidak bisa berkembang karena terkena penyakit sehingga akarnya terlihat memutih dan akhirnya gugur. “Jadi petani di sini berhenti menanam,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Gunung Agung Meletus, 29.245 Jiwa Mengungsi