Program Desa Bebas Rentenir Dilaunching, Luncurkan KRABAT

oleh -1 views
iklan bapenda

SUMBAWA BESAR, SR (22/03/2017)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa akhirnya melaunching program Desa Bebas Rentenir melalui Kredit Sahabat (KRABAT), Rabu (22/3). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula H Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional “Mengembangkan BUMDesa Dalam Upaya Membersihkan Masyarakat Desa dari Jerat Rentenir”. Program ini sebenarnya dilaunching pada 17 Februari 2017 lalu bertepatan dengan momentum setahun Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril B.Sc dan Drs. H. Mahmud Abdullah (Husni–Mo). Karena musibah banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa, kegiatan tersebut diundur.

iklan bapenda

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, hajat Pemda meluncurkan Program KRABAT ini untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bantuan modal usaha serta dilayani dalam suasana penuh persahabatan. Di samping itu, besarnya pengembalian kredit ini juga bersahabat karena nasabah tidak dibebani kewajiban bunga yang tinggi. Kredit ini akan ditujukan kepada petani miskin yang tersebar di seluruh pelosok pedesaan yang ada di Kabupaten Sumbawa. ‘’KRABAT ini kami hadirkan untuk menjadi salah satu solusi dari ikhtiar besar kita semua, dalam menuntaskan kemiskinan dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,’’ tutur Haji Mo’—sapaan Wabup Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT, Wakil Ketua DPRD Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si dan Kamaluddin ST M.Si menyerahkan cinderamata kepada Irjen PPMD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Drs. Sugito M.Si.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT, Wakil Ketua DPRD Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si dan Kamaluddin ST M.Si menyerahkan cinderamata kepada Irjen PPMD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Drs. Sugito M.Si.

Diungkapkannya, Program KRABAT merupakan salah satu visi misi Husni–Mo saat menjadi calon pada Pilkada 2015 lalu. Ketika terpilih dan kemudian dilantik, Program tersebut langsung dijadikan prioritas dan masuk dalam RPJM 2016-2021. ‘’Begitu ditetapkan dalam RPJM, kami segera membentuk tim untuk mempersiapkan regulasi teknis sebagai rujukan pelaksanaan program ini di lapangan. Alhamdulillah, sebagai tahap awal, dalam APBD 2017 telah dialokasikan dana sebesar Rp 15 milyar untuk pelaksanaan Program Gerakan Desa Bebas Rentenir yang terformulasi dalam Kredit KRABAT,’’ terangnya.

Baca Juga  Wirawan Permak Wajah KPPT

Meski Kredit KRABAT telah dilauncing, bukan berarti program ini benar-benar telah sempurna. Pihaknya sepakat mengambil pilihan strategi untuk melaksanakan sambil melakukan penyempurnaan. Pelaksanaan program ini tidak bisa ditunda-tunda. Kegiatan seminar nasional yang menghadirkan narasumber nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan BUMDesa merupakan ikhtiar Pemda mendapatkan ilmu, wawasan, masukan dan informasi sebanyak-banyaknya agar program ini benar-benar mencapai hajatnya. ‘’Saya berkeyakinan, Gerakan Desa Bebas Rentenir melalui Kredit KRABAT yang akan disalurkan melalui BUMDesa akan berjalan sukses jika kita melaksanakan dengan penuh semangat kolaborasi. Semua jajaran mengambil bagian untuk mengawal program ini sesuai dengan kapasitas, tugas dan fungsinya,’’ ujar Wabup.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Bupati Sumbawa No. 1 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Kredit Sahabat (KRABAT) Bagi Petani Miskin melalui BUMDesa Dalam Rangka Implementasi Program Desa Bebas Rentenir di Kabupaten Sumbawa. Tujuannya agar Program Desa Bebas Rentenir melalui “KRABAT” dapat terinternalisasi dan tersosialisasi kepada para pemangku amanah (stakeholders) dengan baik dan utuh, audience memperoleh pencerahan seputar arah kebijakan pemerintah pusat terkait ikhtiar menuju kemandirian desa, serta memperoleh sejumlah konsep strategis dalam pengembangan dan penguatan BUMDesa.

Disebutkan Doktor Can—panggilan singkatnya, lokasi prioritas untuk ujicoba Program Desa Bebas Rentenir Tahun 2017 ini dengan pagu anggaran sebesar Rp 15 miliar adalah di Kecamatan Utan, Alas dan 8 kecamatan lain yang rata-rata paling banyak warga miskin. Sasarannya sekitar 5.000 orang petani memperoleh “KRABAT” dengan asumsi mendapat Rp 3.000.000 per petani. ‘’Untuk tahun ini ada 10 kecamatan, selebihnya diharapkan dapat dilanjutkan tahun depan dengan program yang sama dengan spektrum yang lebih luas, dan melalui program lainnya secara terpadu,’’ tandasnya.

Baca Juga  Dr. Zul Gandeng Kementerian LHK Dirikan Bank Sampah Induk

Sementara Irjen PPMD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Drs. Sugito M.Si yang bertindak sebagai pembicara kunci sekaligus melaunching secara resmi Kredit SAHABAT dalam sambutannya menekankan, agar kepada desa dapat lebih berhati-hati dan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada dalam penggunaan dana desa. Selain itu diharapkan kepada setiap desa untuk melibatkan pendamping desa dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di desa. ‘’Sangat besar dana negara yang digunakan untuk merekrut para pendamping desa ini, maka menjadi sia-sia apa yang telah dihajatkan oleh pemerintah jika desa tidak memanfaatkannya dengan baik,’’ pungkasnya. (JEN/SR/Adv)

 

iklan bapenda