Facebooker Penyebar Berita Hoax Dikenakan Wajib Lapor

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/03/2017)

Setelah sempat diamankan, RI dan DC—dua facebooker asal Kecamatan Alas yang menyebar berita hoax, akhirnya dilepas. Keduanya dikenakan wajib lapor oleh penyidik Unit PPA Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa. Keduanya juga membuat surat pernyataan untuk mengulangi lagi perbuatannya. Tak hanya itu saja, RI dan DC diharuskan membuat penyataan permohonan maaf melalui jejaring sosial (Facebook) yang menyatakan bahwa postingan status mereka sebelumnya adalah tidak benar.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kanit PPA, Aipda Arifin Setioko S.Sos, Rabu (22/3), mengakui hal itu. Keduanya sudah diminta keterangan. Dalam pemeriksaan, DC yang berprofesi sebagai guru di salah satu PAUD mengaku mengetahui informasi tentang maraknya kasus penculikan anak di Kecamatan Alas setelah melihat postingan status seorang Facebooker berinisial RI—warga Desa Dalam Kecamatan Alas. Dalam status yang diposting itu, RI menyebutkan bahwa info dari Polsek Alas tentang adanya kasus penculikan anak. DC langsung mencopy paste postingan RI lalu menyebarkan melalui akunnya. Sedangkan RI mengaku mendapat informasi tersebut dari pengguna facebook dengan nama Wiye yang ingin berteman dengannya”. Setelah RI menerima pertemanan Wiye, nomor kontak dan BB Wiye secara otomatis terhubung dengannya dan langsung mendapat broadcast dari BBM Wiye dengan nomor PIN 59E8E9AA. Isinya berita sebagai berikut “Dari Kepolisian Sektor Alas NTB, bagi bapak– bapak/ibu–ibu/kakak/saudara dan saudari yang memiliki anak TK dan SD mohon dijaga ketat, karena sekarang sedang marak penculikan anak di Kecamatan Alas, tolong perhatian dan partisipasinya untuk share ini ke kontak BBM anda, #alas aman, terima kasih……”.

Baca Juga  FPKT Desak Pembakar Bendera Tauhid Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Seperti diberitakan, dua facebooker berinisial RI dan DC ditangkap dan diamankan polisi, Selasa (21/3) sekitar pukul 12.30 Wita. Keduanya diamankan karena menyebarkan berita hoax di media sosial. Postingan mereka sempat meresahkan masyarakat. Dalam postingannya, kedua terduga menyebarkan berita terkait penculikan anak di Kecamatan Alas. Seolah-olah, postingan tersebut berasal dari aparat kepolisian Polsek Alas. (JEN/SR)

 

iklan bapenda