Peminat Bantuan Bariri Ternak Membludak

oleh -0 views
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan KSB, Kusmirin
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (21/03/2017)

Peminat bantuan Kartu Bariri Ternak di Kabupaten Sumbawa Barat sangat banyak. Hal ini terlihat dari data yang diajukan agen kepada Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan setempat.

Ditemui SAMAWAREA, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Kusmirin mengatakan data penerima bantuan untuk Kartu Bariri Ternak yang didata agen pada Tahun 2016 lalu sangat banyak melebihi target yang ditentukan pemerintah daerah. Untuk peminat bantuan sapi mencapai 7.309 orang sedangkan bibit sapi yang disediakan hanya 900 ekor dengan asumsi satu orang satu ekor. Artinya masih tersisa 6.409 orang. Sedangkan untuk peminat kerbau mencapai 194 orang sementara bibit yang tersedia hanya 20 ekor dengan asumsi satu orang satu ekor, sehingga tersisa 174 orang. Demikian dengan peminat kuda sebanyak 245 orang jauh melebihi bibit yang tersedia hanya 25 ekor. Untuk peminat kambing mencapai 1.115 orang sedangkan bibit yang tersedia 630 ekor dengan asumsi satu orang mendapat 2 ekor. Jadi masih tersisa 800 orang. Untuk unggas data yang masuk 745 orang dengan bibit yang tersedia 4.000 ekor dan itik 2.000 ekor. Asumsinya per orang mendapat 25 ekor unggas. Yang bisa terakomodir hanya 240 orang. “Data ini akan diverifikasi kembali dan dilakukan sangat selektif supaya bantuan ini tepat sasaran yaitu masyarakat yang betul-betul paling miskin,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Minta Dinas Terkait Bersinergi Kelola Sampah

Penerima bantuan Kartu Bariri Ternak ini ungkap Kusmirin, tidak boleh yang sudah menerima bantuan melalui Kartu Bariri lainnya, tidak berstatus PNS, TNI, Polri dan orang mampu. Selain itu bantuan ini juga tidak diperkenankan diberikan kepada penerima honor daerah seperti tenaga sukarela, kontrak, ketua RT, ketua RW dan agen. “Kami akan terus mensosialisasikan hal ini ke desa-desa agar masyarakat bisa paham,” imbuhnya.

Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan namun belum terakomodir pada Tahun 2017 ini, akan diprogramkan kembali pada Tahun 2018 mengacu pada data yang sudah diterima dan diverifikasi.

Untuk mengantisipasi para penerima menjual bantuannya seperti ternak besar, Kusmirin menegaskan tidak akan memberikan surat yang berkaitan administrasi. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan itu untuk menunjang perekonomiannya. Apabila dalam pengawasan agen ada penerima yang hendak menjual bantuannya diminta segera melapor agar dapat diambil tindakan. “Kami akan mengambil kembali bantuannya karena kami anggap dia tidak serius dan kami alihkan kepada penerima lain yang serius untuk beternak,” pungkasnya. (HEN/SR)

iklan bapenda