Jajaki Kerjasama, Gubernur NTB Lawatan ke Korsel

oleh -0 views
bankntb

MATARAM, SR (20/03/2017)

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama rombongan melakukan lawatan ke Korea Selatan (Korsel), 18–23 Maret. Selain menjadi salah satu pembicara dalam konferensi dunia, Green Island Forum, orang nomor satu di NTB itu juga akan menjajaki Sister Province dengan Provinsi Jeju–Korsel.

amdal

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM di Mataram, kemarin, mengatakan, Gubernur ke Provinsi Jeju Korsel bersama Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Chairul Mahsul SH MM, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H.L. Gita Ariadi M. Si. Selanjutnya, Kepala Bapeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah MM M.Sc M.TP, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, H. Yusron Hadi, ST MUM serta Ajudan Gubernur. “Ini memenuhi undangan dari Pemprov Jeju. Pada beberapa waktu lalu, Gubernur Jeju datang melawat ke NTB, tapi karena erupsi Barujari, tak bisa datang ke sini,” ujarnya.

Gubernur ke Korsel 3

Kali ini, Gubernur Jeju mengundang Gubernur NTB sekaligus menghadiri konferensi dunia Greend Island Forum. “Pak Gubernur akan menyampaikan konsep pembangunan hijau di NTB, tantangan dan potensi yang dimiliki,” tukasnya.

Dikatakannya, bahwa NTB dan Jeju memiliki kesamaan, yakni provinsi kepulauan. Melalui lawatan tersebut akan dibangun kerjasama antara NTB dan Jeju. Tak kalah pentingnya, kata Karo Humas, gubernur dan rombongan akan melihat pengelolaan geopark dunia. Dimana, salah satu rekomendasi dari UNESCO terkait Geopark Rinjani, perlu adanya kerjasama dan melihat perbandingan geopark lain yang ada di sekitar. “Dengan berbagai kepentingan ini, kita akan membangun sister province antara Jeju dan NTB. Penjajakan sister province, akan disampaikan dalam kesempatan itu,” ucapnya.

Baca Juga  Pukul Gendang Beleq, Menteri PDT Buka Pergelaran TTG XVIII

Bersamaan dengan Konferensi Green Island Forum itu, lanjut Yusron, akan dilakukan eksibisi kendaran listrik, dengan harapan bisa dikembangkan di NTB. “Pengembangan energi, non polusi dimungkinkan di NTB,” tandasnya. (NA/SR)

iklan bapenda