AKBP Muhammad Pamit, Sumbawa Kehilangan Seorang Da’i

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (17/03/2017)

Genap 1 tahun 6 bulan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SIK menjabat sebagai Kapolres Sumbawa. Bagi masyarakat Sumbawa, waktu tersebut terbilang sangat singkat. Meski demikian banyak prestasi dan kenangan yang sudah ditorehkan mantan Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Dir Lantas Polda NTB) yang patut dibukukan masyarakat Sumbawa sebagai catatan sejarah.

amdal

Karena perintah tugas dan jenjang karier, Tau dan Tana Samawa harus melepaskan perwira yang dikenal sangat bersahaja, dan dekat dengan semua kalangan mulai dari strata atas hingga paling bawah. AKBP Muhammad resmi digantikan AKBP Yusuf Sutedjo SIK MT. Penghobby berbagai macam olahraga ini mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas baru sebagai Kapolres Mataram. Undangan pisah sambut dari pejabat lama ke pejabat baru pun sudah beredar dan dijadwalkan akan dilaksanakan di Halaman Apel Mapolres Sumbawa, Sabtu (18/3) malam sekitar pukul 20.00 Wita. “Sehubungan dengan berakhirnya masa tugas kami sebagai Kapolres Sumbawa, dan selanjutnya mendapat amanah sebagai Kapolres Mataram, kami sekeluarga mohon diri dan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuan yang terjalin dengan baik selama ini. Kami mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan selama ini baik dalam hubungan pribadi maupun kedinasan. Kami juga mohon maaf karena belum bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat Sumbawa,” ucap Kapolres AKBP Muhammad.Kapolres Sumbawa Ustadz 1

Selama ini AKBP Muhammad S.IK bukan hanya dikenal sebagai Kapolres Sumbawa. Pria kelahiran 4 Juli 1975 ini juga dikenal sebagai seorang da’i yang kerap menyampaikan ceramah agama di masjid-masjid. Semua masjid besar di Kota Sumbawa hingga beberapa di antaranya di pelosok kecamatan sudah disambangi untuk menyuguhkan siraman rohani bagi para jamaah. Mengenakan seragam polisi dengan gaya bicara yang khas, membuat masyarakat tertarik. Bahkan perwira dengan dua melati di pundak tersebut kewalahan memenuhi banyaknya permintaan masyarakat baik sebagai da’i Kamtibmas maupun khatib Sholat Jumat. Hingga akhir masa jabatannya sebagai Kapolres Sumbawa permintaan masih ngantri dan belum bisa ditunaikan. Menjadi khatib atau da’i merupakan salah satu cara anak Satpam rumah sakit ini untuk dekat dengan masyarakat. Melalui khutbah dan ceramah agamanya, suami dari Viviani Arfah ini bisa dengan mudah menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Cara itu sangat efektif karena kesadaran masyarakat berangkat dari hatinya. Ketika hatinya disentuh dengan siraman rohani yang sejuk, maka akan tergugah. Kiprah ayah tiga anak inilah yang menjadi penilaian Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sumbawa yang kemudian sepakat memilihnya menjadi penceramah utama pada Hari Raya Idul Fitri 1437 H tingkat Kabupaten, 6 Juli 2016 lalu. Kepercayaan yang diberikan ini bukan serta merta melainkan melalui penilaian yang matang. Dan mungkin ini adalah satu-satunya Kapolres di Indonesia yang dipercaya menyampaikan khutbah di Hari Besar Umat Islam. “Sejak menjadi Kapolres di Sumbawa beliau sangat konsisten berceramah dari masjid ke masjid. Ilmu agamanya cukup mumpuni sehingga sangat layak untuk kami jadikan khatib Sholat Idul Fitri nanti,” kata Wakil Ketua PHBI, Dr H Muhammad Ikhsan M.Pd, saat itu.

Baca Juga  Pria Gay Curi Obat HIV Senilai 75 Juta dari Mantan Pasangannya

Kapolres Muhammad di Tepal 2

AKBP Muhammad juga telah menyatakan diri sebagai Tau Samawa. Karena itu dalam memimpin, lulusan PTIK 2006 itu menerapkan konsep “Kerik Salamat” sebagai acuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Nilai-nilai tersebut adalah nilai musyakara, nilai tokal barema, nilai kerabat, nilai saling satingi, nilai saling satotang, nilai saling tulung, dan nilai kelestarian ling hidup. Implementasinya, menerapkan program 1 desa 1 bhabinkamtibmas, melaksanakan patrol dan kegiatan Pos Kamling. Upaya ini sejalan dengan nilai kelestarian leng hidup. Kemudian program door to door system dan melakukan penyuluhan di setiap level masyarakat. Ini merupakan implementasi nilai saling satotang. Pihaknya juga memiliki program problem solving yang erat kaitannya dengan nilai saling kerabat dan musyakara. Demikian dengan nilai saling tulung dan saling satingi, pihaknya melaksanakan pengaturan arus lalulintas di jalan raya dan kegiatan lainnya, serta kegiatan ceramah kamtibmas sebagai upaya untuk saling satotang. Jebolan SESPIM 2012 ini meyakini bahwa dengan melaksanakan semua nilai ini, masyarakat Sumbawa mampu menyelesaikan permasalahannya.

Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK menggendong Olipia, balita penderita Hydrocepallus
Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK menggendong Olipia, balita penderita Hydrocepallus

AKBP Muhammad dikenal sebagai pejabat yang selalu dekat dengan masyarakat dan ingin berbagi. Tidak ada kesan eksklusif yang tampak pada diri perwira dengan dua melati di pundak ini. Tanpa sekat dan selalu berbaur dengan siapa saja dan dimana saja. Bahkan sangat peka jika melihat ataupun mendengar informasi ada warga yang mengalami kesulitan ekonomi. Sudah banyak yang dibantu dan jarang terpublikasi, bahkan penerima bantuan terkaget-kaget dan tersanjung dengan kehadiran pejabat kepolisian tersebut. Seperti ketika usai melaksanakan sholat gerhana berjamaah di Masjid Agung Nurul Huda, Kapolres langsung beranjak ke Karang Bage Kelurahan Bugis, setelah mendapat informasi dari salah satu jamaah ada seorang warga yang sakit. Namanya Abdul Rahim (23 tahun). Pemuda ini baru saja menjalani rawat inap (opname) selama dua minggu di RSUP HL Abdul Kadir Manambai. Dia didiagnosa mengalami kerusakan di paru-paru dan ginjalnya. Meski biaya pengobatan ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KSI) namun untuk asupan gizi, Rahim tidak mampu. Sebab dia hanya tinggal bertiga dengan seorang adiknya, dan ayahnya yang sudah lama menduda dan menjadi marbot mushollah. Kapolres juga menyambangi dan memberikan bantuan kepada Hermansyah—bayi penderita tumor mata di Kecamatan Moyo Hulu. Meski akhirnya bayi yang sudah mendapat perawatan medis melalui operasi ini meninggal dunia. Banyak yang sudah dibantu, terakhir Olipia—bayi penderita Hydrocephalus yang sampai sekarang masih dalam perawatan medis.

Baca Juga  Nasruddin Ketua PWI NTB, Jamhur Koordinator Pulau Sumbawa
Saat berkunjung di kediaman wartawan SAMAWAREA.COM
Saat berkunjung di kediaman wartawan SAMAWAREA.COM

Kebiasaan lain orang nomor satu di jajaran Polres Mataram saat ini adalah menghilang dan menghindar dari ‘protokoler’ sehingga kerap tak diketahui ajudan dan sopirnya. Hampir setiap malam menggunakan sepeda motor keluar masuk kampung seorang diri. Selain ingin mengetahui wilayahnya secara utuh juga menyerap informasi mengenai kondisi Kamtibmas. Tidak heran jika Kapolres lebih cepat mendapat informasi daripada anggotanya yang notabene bertugas dan menguasai wilayah tersebut. Tidak jarang juga Kapolres santun ini mendatangi kediaman wartawan sebagai upaya kongkrit dalam mempererat jalinan silaturahim dan kemitraan antara kepolisian dan jajaran pers. Bukan hanya itu, melalui hoby trailnya Kapolres kelahiran Tahun 1975 ini, melakukan Sambang Desa sehingga hampir semua pelosok dijamahnya termasuk Tepal Batu Lanteh, Mate Kecamatan Alas, dan Kecamatan Ropang yang rata-rata akses transportasi dan komunikasi terisolir. Komunikasi ala Kalifah Umar bin Hattab tersebut terbilang sangat efektif dan selalu mendapat apresiasi masyarakat.

Pesan yang selalu digaungkan kepada jajarannya bahwa keterbatasan bukan hambatan dalam meraih kesuksesan, dan kesederhanaan bukan hinaan untuk menjadi yang terdepan. “Jangan merebut harta masyarakat, tapi rebutlah hatinya. Ketika hatinya telah direbut maka apapun yang diinginkan polisi dalam rangka menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah akan selalu mendapat dukungan masyarakat”.

SELAMAT BERTUGAS DI TEMPAT YANG BARU PAK, SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MEMBERIKAN PETUNJUK DAN LIMPAHAN RAHMAT-NYA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA. (JEN/SR)

iklan bapenda