RPP “Bala Late” untuk Kecerdasan Berpolitik Masyarakat

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (16/03/2017)

Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro M.Si. Ph.D, menyampaikan selamat kepada KPU Sumbawa yang telah mampu menjadi lembaga yang turut aktif dalam mendidik dan mengedukasi masyarakat secara politik melalui kehadiran Rumah Pintar Pemilu (RPP) Bala Late ini. RPP adalah program yang memang dirancang oleh KPU Pusat untuk didirikan di KPU Provinsi dan Kabupaten. Saat ini sudah hampir setengah dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang sudah mendirikan RPP. “Kami mengapresiasi dan memberi penghargaan yang tinggi kepada KPU Sumbawa yang sudah membuat RPP dengan kreatifitas luar biasa dan keunikan display yang bisa dilihat oleh publik dan masyarakat,” pujinya saat melaunching RPP “Bala Late” di KPU Sumbawa, Kamis (16/3).

amdal

Menurut Juri—sapaan singkatnya, RPP ini didedikasikan KPU untuk menjadi tempat bagi siapa saja mendapatkan informasi dan belajar tentang politik, demokrasi dan pemilu. Selain itu tempat bagi siapa saja untuk mencari dan mendapatkan data yang diperlukan tentang pemilu dan politik. “Kalau selama kita kesulitan untuk mencari tempat, mencari sumber belajar, mencari hal apapun mulai dari kepentingan riset, studi, politik, peta perolehan partai politik tahun lalu itu seperti apa, partai A kuat dimana, dan lemah dimana, sekarang tidak lagi. KPU bisa berperan untuk membantu semua pihak menyediakan data yang diperlukan. Semua bisa datang, semua bisa mencari, dan KPU harus bisa menfasilitasinya,” ujar Juri.

Baca Juga  Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Dikarunai Cucu Kedua

Bala Late PenandatangananIa menilai “Bala Late” adalah nama yang bagus dan memiliki makna yang mendalam. Ia berharap apa yang menjadi pesan dari Bala Late ini bisa terwujud, dan semua bisa memanfaatkan kehadirannya. “Ini semakin relevan karena Rumah Pintar Pemilu ini tidak sekedar orang datang mencari data. Tapi menjadi simbol bagi KPU untuk melakukan banyak hal dalam mengedukasi masyarakat secara umum khususnya di Kabupaten Sumbawa. Jadi tidak hanya diresmikan, tapi harus memiliki program yang diorientasikan untuk membuat pemilu semakin baik, dan semakin diterima oleh masyarakat. Karena masyarakat sekarang ini juga harus sama-sama kita dorong, kita didik untuk dewasa dan cerdas dalam berpolitik serta rasional dalam menggunakan hak politiknya,” imbuhnya.

Dijelaskan Juri, saat sudah bisa memilih dalam pemilu, tentu harus memperkuat demokrasi sebagai sistem politik. Selain itu harus mendukung dan menjadikan demokrasi semakin berkualitas. “Kalau ssekarang banyak orang yang mengeluhkan demokrasi secara prosedural, pemilu hanya sekedar orang menggunakan hak pilihnya, mari kita perluas maknanya tidak sekedar itu,” ajaknya.

Semua harus mengetahui, hampir sebagian besar urusan public dan kehidupan sosial ini secara politis nasibnya ada di tangan orang-orang yang dipilih melalui Pemilu maupun Pilkada. Bupati dan DPRD adalah dua entitas yang diberi kewenangan penuh untuk mengendalikan urusan publik khususnya di Kabupaten Sumbawa. Misalnya, APBD Sumbawa ini berapa, mau diapakan, dan dialokasikan untuk apa saja, berapa untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur semua diurus dan dikontrol oleh dua entitas ini. Ketika salah memilih pemimpin, maka urusan atau kepentingan masyarakat tidak akan terlaksana secara amanah. “Jadi Rumah Pintar Pemilu ini harus menginisiasi berbagai macam kegiatan, program, melibatkan sebesar-besarnya masyarakat dalam politik dan pemilu, sehingga kita akan melahirkan masyarakat yang sadar politik, dan sadar pemilu, serta mampu memilih pemimpin yang amanah dan sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda