Jelang Larangan Siswa Bawa HP, Gubernur Sambangi Sekolah

oleh -0 views
bankntb

MATARAM, SR (15/03/2017)

April 2017 mendatang, sekolah di Kota Mataram resmi melarang siswanya membawa handphone (HP) di sekolah. Untuk menyerap aspirasi siswa terkait hal itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi menyambangi dan berbincang secara langsung dengan para siswa SMA/SMK di Kota Mataram. Tak hanya siswa, orang nomor satu di NTB ini juga mendengar aspirasi dari para guru terkait kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kehadiran TGB—sapaan Gubernur disambut hangat.

amdal

Karo Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB, H Yusron Hadi mengatakan, kunjungan Gubernur ini dimanfaatkan oleh siswa dan pihak sekolah menyampaikan harapan serta usulan mengenai perbaikan di tiap sekolah. “Dari tiap sekolah yang dikunjungi beliau (Gubernur, Red) secara garis besar ada tiga point paling prioritas yaitu soal peningkatan peralatan pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga didik dan kebutuhan tambahan ruang belajar,” ujarnya kepada SAMAWAREA, Selasa (14/3).

TGB ke sekolah 1TGB ke sekolah 2

Menurut Yusron yang juga Jubir Gubernur ini, dari hasil kunjungan tersebut juga diperoleh informasi bahwa hampir di seluruh sekolah dijumpai jumlah murid setiap kelas melampaui standar. “Rata-rata perkelas diisi 40-46 siswa padahal standar yang baik berkisar 32-36,” ucapnya.

Untuk itu lanjutnya, berkaitan dengan peningkatan kualitas tenaga didik maupun tambahan serta perbaikan sarana pembelajaran, nantinya Pemprov melalui Dinas Dikbud akan menginventarisir berbagai kebutuhan tersebut untuk difasilitasi secara bertahap di tiap sekolah. Semestinya masih kata Yusron, di setiap kelas dari jumlah 40-an menjadi 32-36 maka akan berdampak kepada terwujudnya keseimbangan jumlah siswa.

Baca Juga  Salut !! Siswa SMAN 2 Sumbawa Rayakan Kelulusan dengan Beramal

Lebih jauh dijabarkan mantan Sekretaris Bappeda NTB ini, soal pelarangan HP dibawa ke sekolah memang ada beberapa alternatif yakni meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah. Sebab, alasan utama yang membawa HP tak jarang digunakan untuk melakukan browsing materi belajar. “Nah, kalau saja siswa lebih banyak ke perpustakaan akan lebih baik. Dari pada ketergantungan HP melakukan browsing dalam mencari bahan pelajaran. Karena fasilitas perpustakaan dan peralatan komputer dan internetkan sudah disiapkan. Jadi sangat sayang kalau fasilitas di sekolah yang sudah ada tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Kalaupun alasan HP dibawa untuk memudahkan kontak mengontak siswa dengan orang tua ketika jam pulang tambah Yusron, kedepan akan dikembangkan Call Center disiapkam satu nomor atau beberapa nomor sekolah yang bisa dihubungi para orang tua bahkan line telpon yang bisa digunakan siswa sebagaimana yang sudah ada di sekolah. (NA/SR)

iklan bapenda