MPBM Kota Mataram, Tindaklanjut Perencanaan Pembangunan

oleh -24 views
bankntb

MATARAM, SR (13/03/2017)

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh membuka Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) tingkat Kota Mataram Tahun 2017, Senin (13/3). Bertempat Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram, kegiatan itu dihadiri sejumlah unsur di antaranya Anggota DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh wanita se-Kota Mataram. Kegiatan yang digelar selama dua hari ini juga dihadiri Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito, dan perwakilan Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat Catur Sigit Prasetyo.

amdal

Kepala Bappeda Kota Mataram H. Amirrudin, melaporkan bahwa MPBM Kota Mataram Tahun 2017 diikuti 650 orang peserta sebagai tindaklanjut perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan dan kecamatan, sekaligus menyusun rencana kerja Tahun Anggaran 2018. Berbeda dengan tahun sebelumnya, MPBM tahun ini telah diperkenalkan aplikasi e-MPBM yang diyakini keberhasilan aplikasi berbasis teknologi tersebut akan membawa dampak positif. Sebagaimana tujuan MPBM adalah sebagai muara masyarakat menyampaikan usulan-usulan dari tingkat terbawah, dalam hal ini kelurahan, kecamatan, lalu ke tingkat kota untuk ditindaklanjuti. “Selanjutnya usulan-usulan akan dirumuskan dan menjadi bahan usulan ke Musrenbang NTB,” imbuhnya.

Sementara itu Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, menyebutkan Kota Mataram sebagai ibukota Provinsi NTB, dapat dikatakan sebagai etalase NTB sehingga memiliki posisi sedikit berbeda dengan kabupaten/kota lain di NTB. Beberapa hal atau rencana mendesak yang harus dilakukan di Kota Mataram juga merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi NTB. Karena ada hal-hal yang membutuhkan solusi, dan tidak bisa diselesaikan oleh Kota Mataram sendiri. Contohnya, revitalisasi lingkungan di sepanjang aliran sungai atau terjadi genangan saat musim hujan yang membutuhkan penyelesaian dari hulu ke hilir. Karena Kota Mataram berada di hilir, sehingga penyelesaiannya harus dilakukan melalui sinkronisasi dan harmonisasi. “Mudah-mudahan bisa didengar,” harapnya.

Baca Juga  Zero Covid, Kawasan Tiga Gili Bersiap Menuju "New Normal"

Kota Mataram lanjut Ahyar, sudah mengalami peningkatan di berbagai bidang. Kondusifitas wilayah yang terjaga, peningkatan angka IPM dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, infrastruktur yang memadai, kinerja pembangunan yang terus membaik, dan kemandirian pendanaan melalui DPAD yang terus mengalami peningkatan signifikan, bahkan nilai investasi di Kota Mataram yang setiap tahun lebih dari Rp 8 Triliun. Ia berpesan agar perencanaan pembangunan Kota Mataram kedepan tetap fokus pada upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”Kembalikan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan good governance sebagai kunci keberhasilan,” tutupnya. (NA/SR)

iklan bapenda