Cabuli Anak Kandung, Seorang Ayah Nyaris Dihakimi Massa

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (13/03/2017)

DW (47) nyaris dihajar massa. Pasalnya pria yang tinggal di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis ini diduga mencabuli anak kandungnya sendiri yang berusia 15 tahun. DW yang sebelumnya diamankan di rumah Ketua RW berhasil dievakuasi polisi dalam kepungan massa.

Kasus dugaan pencabulan anak kandung ini terungkap setelah ibu korban atau istri dari terduga pelaku melaporkan kasus memalukan tersebut ke Polres Sumbawa, Minggu (12/3) kemarin. Awalnya ibu korban lapor ketua RT yang kemudian dilanjutkan ke Ketua RW untuk diteruskan ke petugas Babhinkamtibmas. Tak berselang lama, DW diamankan di rumnah ketua RW. Namun informasi ini terlanjur tersebar. Dalam hitungan menit, rumah Ketua RW dikepung warga. Agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri, polisi turun tangan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH SIK yang dikonfirmasi Senin (13/3) tadi, membenarkan adanya laporan kasus pencabulan itu. Kasus pencabulan itu pertama kali diketahui oleh ibu korban pada 6 Maret lalu. Saat itu, ibu korban mendapati suaminya mencabuli korban di dalam kamar. Sementara adik korban diminta untuk mengipasi keduanya. Perbuatan bejat suaminya ini dipendam ibu korban karena takut dipukuli mengingat terduga pelaku dikenal ringan tangan. Tapi setelah berpikir dan khawatir menjadi kebiasaan, akhirnya ibu korban memberanikan diri.

Kasat Ericson mengaku korban telah divisum dan terdapat luka di bagian kemaluannya meski dinyatakan luka lama. Sedangkan terduga pelaku juga sudah dimintai keterangannya. Dari pengakuannya, DW pernah menyetubuhi korban pada Tahun 2016 lalu. “Kami masih berupaya melakukan pemeriksaan intensif terhadap korban dan adiknya. Pemeriksaannya pun harus dilakukan secara perlahan-lahan dan membutuhkan waktu. Itupun harus didampingi ibunya dan LPA,” kata Ericson.

Baca Juga  Hendak ke Pasar, Dirampok Tukang Ojek

Ketika ditanya apa yang dialaminya, sikap korban seketika berubah seperti orang melamun. Dari informasi yang diperoleh, korban mengalami sedikit keterbelakangan akibat kecelakaan yang pernah dialaminya saat duduk di kelas 4 SD.

Bagian Advokasi LPA Sumbawa, Fatriaturrahma, S.Pd, mengatakan, pihaknya akan segera merujuk korban dan adiknya ke Panti Sosial Paramitha Mataram guna pemulihan psikisnya. “Kami rujuk setelah pemeriksaan polisi selesai,” tandasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda