TKW Sumbawa Korban Human Traficking Berhasil Dipulangkan

oleh -8 views
bankntb

Diberangkatkan Ilegal, Disiksa Majikan dan Diterlantarkan RPTC Jakarta

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2017)

Nora Komalasari (20) TKW asal Kabupaten Sumbawa berhasil dipulangkan setelah mendapat penyiksaan dari majikan dan terlunta-lunta di negara tempatnya bekerja. Bukan hanya itu Nora juga ‘diterlantarkan’ saat tiba di tanah air (Jakarta) karena dipulangkan tanpa pendamping dari pemerintah. Beruntung dalam perjalanan Nora dijemput Andi Rusni SE—anggota Komisi IV DPRD Sumbawa bersama aktivis perempuan, Aminah Mastar.

Dihubungi SAMAWAREA, Andi Rusni mengaku malam ini dalam perjalanan setelah menjemput Nora di Pelabuhan Lembar. Nora merupakan korban Human Traficking (penjualan orang) yang diberangkatkan oleh PT Fala Rima Hudaiti Bersaudara di bawah pimpinan Tuti Ismail. Dalam proses pemberangkatannya diduga terjadi maal administrasi serta unsur perbuatan melawan hukum sebab dokumen Nora Komalasari dipalsukan. NIK Nora sebenarnya NIK milik orang lain atas nama Ni Wayan. Kemudian Nora yang sebenarnya lahir di Tahun 1996 namun dirubah menjadi 1994 agar usianya tercukupi. Nora diberangkatkan tanpa melalui proses pelatihan karena hanya 10 hari di penampungan. Nora semestinya dijanjikan untuk diberangkatkan ke Asia Pasifik (Aspak) tetapi malah dialihkan ke Riyadh yang telah dimoratorium. Selain itu, Nora mendapat penyiksaan dan berganti majikan berkali-kali. Dijual secara online oleh agen di negara tujuan untuk mendapatkan majikan baru padahal baru 8 bulan di Riyadh. Setelah melalui proses dan protes di Disnakerstrans Sumbawa, ungkap Andis—akrab politisi Gerindra ini, keluarga mendesak pihak perusahaan yang memberangkatkan agar Nora dipulangkan. Upaya ini berhasil. Setelah tiba di Indonesia Nora dijemput oleh BNP2TKI dan diserahkan ke Rumah Pelayanan Trauma Centre (RPTC) Kemensos RI selama 2 hari dan di BAP oleh Mabes Polri. Nora berada di RPTC selama 10 hari kemudian dipulangkan melalui Bus Damri dari Jakarta tanpa pendamping dari Jakarta. Dalam perjalanan ke Mataram, Nora berganti bus selama 5 kali antara lain di Solo, Surabaya, Denpasar sampai Pelabuhan Padangbai. Selain itu, Nora tidak diberikan uang makan. Melihat kondisi tersebut, Andis mengaku merasa sangat prihatin. “Akhirnya saya bersama keluarga memutuskan menjemput lansung Nora di Pelabuhan Lembar karena Nora menumpang Kapal Ferry Fort Link II bersama dua orang korban lainnya dari Pulau Lombok,” kata Andis yang juga aktivis PMI ini.

Baca Juga  Tersangka Curanmor Dievakuasi Jam 12 Malam

Seluruh dokumen berupa surat dari LPTC ungkap Andis, diamankannya dan dibawa ke Sumbawa. Mestinya dokumen itu diberikan kepada LPTC Provinsi NTB. Hal tersebut dilakukannya, karena LPTC NTB tidak bertanggungjawab terhadap Nora. “Saat ini Nora sudah bersama kami dan menggunakan mobil pulang malam ini ke Sumbawa Besar,” demikian Andis. (JEN/SR)

iklan bapenda