Reses Pamungkas, Nurdin Raba Jadi “Dosen” di AKPER

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2017)

Nurdin Ranggabarani SH MH telah menyelesaikan kegiatan resesnya, Selasa (7/3) kemarin. Pada reses pamungkas tersebut, Anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) V ini menyambangi ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Samawa di Kabupaten Sumbawa. Selain bersilaturahim dengan civitas akademika setempat, Nurdin Raba—sapaan Ketua Fraksi PPP ini menjadi dosen untuk memberikan kuliah umum. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Akper Samawa, Dr. H. Umar Hasany, para pembantu Direktur, dan dosen.

 

Nurdin Reses Pamungkas

Di hadapan mahasiswa, Nurdin menjelaskan pembangunan kesehatan merupakan investasi utama bagi pembangunan sumberdaya manusia (SDM). Pada dasarnya pembangunan kesehatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang agar berprilaku hidup sehat guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk mewujudkannya, diperlukan perencanaan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu, dan menyeluruh. Dan untuk pelaksanaannya dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan seluruh komponen bangsa. Mengingat pentingnya hal tersebut, Pemprov NTB menjadikan bidang kesehatan salah satu prioritas pembangunan. Sebab kesehatan sangat mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM). Ketika kesehatan bagus maka IPM akan baik.

Nurdin Reses Pamungkas 3

Disebutkan Pimpinan Komisi IV ini, ada beberapa contoh kasus yang menjadi indikator IPM dalam bidang kesehatan. Di antaranya gizi buruk serta kematian ibu dan bayi. Masih adanya kasus ini, membuat Pemprov NTB memprioritaskan anggaran kesehatan yang cukup besar. Bukan hanya Pemprov, seluruh kabupaten/kota di NTB dapat melakukan hal yang sama sehingga kasus-kasus kesehatan ini dapat ditekan.

Baca Juga  KPU Belum Berikan Password, Bawaslu Sumbawa Sulit Akses Data Silon

Tak hanya dukungan anggaran, Nurdin Raba menambahkan bahwa sumberdaya manusia (SDM) di bidang kesehatan sangat diperlukan seperti dokter, perawat dan bidan. Namun di beberapa daerah masih terjadi kekurangan tenaga medis, sehingga peluang kerja bagi tenaga kesehatan masih sangat terbuka luas. (JEN/SR)

iklan bapenda