Prof Ude: Masih Melihat Situasi dan Mengukur Sumberdaya

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2017)

Rektor Universitas Samawa (UNSA), Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd menanggapi santai adanya keinginan masyarakat agar maju sebagai Calon Wakil Gubernur NTB pada Pilkada 2018 mendatang. Memang diakuinya, namanya kerap disebut-sebut dan disanding-sandingkan dengan sejumlah figur yang sudah memproklamirkan diri maju sebagai Calon Gubernur. Bahkan ada beberapa partai politik yang memasukkan namanya sebagai figur yang bakal diusung. Selain itu secara personal calon gubernur terutama dari Pulau Lombok sudah memberikan tawaran agar dirinya mau menjadi Cawagub. Meski demikian, usulan, dorongan dan tawaran itu menjadi bahan pertimbangan dan belum bisa diputuskan dalam waktu yang singkat. Prof Ude beralasan bahwa politik itu dinamis dan bisa berubah setiap waktu. Selain itu menyatakan siap maju bukan hanya sebatas di mulut, tapi harus jelas sumber daya yang dimiliki.

amdal

Menurutnya, sumber daya itu penting. Misalnya, basis pendukung. Sudah ada sejumlah kalangan yang menginginkannya maju. Kemudian dukungan partai pengusung juga sudah ada parpol yang memunculkan namanya saat penjaringan internal. Posisinya cukup signifikan, karena menurut parpol dimaksud elektabilitasnya cukup tinggi. Sumberdaya paling penting adalah finansial. Biasanya tokoh-tokoh yang dicalonkan untuk maju dalam pilkada akan berfikir seribukali ketika dihadapkan dengan persoalan financial. Ini beralasan, karena budget politik itu sangat mahal dan membutuhkan dana besar. Sementara dirinya hanya seorang dosen dan pendidik yang secara jujur diakui tidak siap dari kesiapan dana atau cost politik. “Tapi jika dukungan semakin mengerucut dan pendukungya signifikan, pasti ada jalan untuk menyiapkan segala kebutuhan,” imbuhnya.

Baca Juga  Komisi I DPRD Sumbawa Akomodir Aspirasi Komunitas Adat

Prof Ude mengakui sejauh ini belum melakukan diskusi terlalu mendalam dengan pimpinan partai yang memunculkan namanya. Namun dia menduga namanya muncul karena para pimpinan partai menginginkan figur yang fresh (segar). Secara individu sudah ada dua pimpinan partai besar yang datang langsung menemuinya. Sejumlah tokoh juga sudah sempat menghubunginya. “Memang secara verbal para tokoh itu tidak mengutarakan langsung maksudnya, namun sinyal dan pembicaraan menjurus untuk memintanya mendampingi pada Pilkada mendatang,” ujarnya.

Bagaimana dengan keinginan sebagian kalangan agar dirinya tetap memimpin UNSA karena masih ada PR salah satunya penegerian universitas tertua di Pulau Sumbawa ? Prof Ude menyatakan sudah ada tim yang mengurus hal itu. Bahkan menurut Wakil Presiden RI, UNSA diprioritaskan untuk dinegerikan. “Penegerian UNSA tinggal menunggu waktu. Ketika moratorium dicabut, UNSA yang pertama akan dinegerikan. Jadi bukan karena saya maju dan tidak menjadi kontestan Pilkada, karena penegerian UNSA sudah berproses,” tandasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda