Netizen Dukung Keberadaan STP di UTS

oleh -7 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2017)

Penjelasan Direktur Science and Technopark (STP) Sumbawa, Dr. Arif Budi Witarto terhadap keberadaan STP di komplek Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dalam menjawab berbagai tudingan miring, disambut positif sejumlah kalangan terutama para netizen. Bahkan sebagian besar netizen ini adalah para tokoh daerah dan nasional.

amdal

Di antaranya Iwan Jazadi yang diketahui pengelola Universitas Paracendikia. Menurutnya penjelasan Doktor Arif (sapaan Direktur STP) cukup bermanfaat untuk menjernihkan beberapa titik masalah. Upaya Dr Arif untuk membangun citra netral terkait eksistensi STP Sumbawa pantas dihargai. Secara implisit, ‘netral’ yang dimaksud adalah netralitas yang dipersempit, yaitu bagaimana tenant dari berbagai asal yang relevan bisa memanfaatkan eksistensi dan perjamuan STP Sumbawa. Tidak ada upaya faktual untuk memperluas makna netralitas tersebut. Misalnya, Doktor Arif dapat menjelaskan posisi keterlibatan Pemda Sumbawa dalam merumuskan masa depan STP. Doktor Arif juga dapat menegaskan bahwa walaupun bioteknologi merupakan fokus STP Sumbawa saat ini, pelibatan insitusi lain di luar UTS seperti PT lain yang memiliki Prodi Biologi dapat memperluas kesan netral kehadiran lembaga tersebut terutama untuk teman-teman di simpang jalan. “Bagi saya, tetap angkat topi, big thumb up untuk Bro Dr Zul dan Dr Arif. Usaha besar yang tidak biasa pasti ada puji dan celanya. Ulasan saya ini sebenarnya ingin memuji, namun naluri kebahasaan saya mengantarkan saya memberi catatan,” tulis akun Iwan Jazadi.

STP Sumbawa HL

Kemudian Jamaluddin Malik, Bupati Sumbawa dua periode (2005—2015). Menurutnya, STP digagas dari awal dalam jangka panjang, ke depan bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, bukan saja perguruan tinggi tapi juga pihak swasta. UTS sebagai penggagas dan penanggung jawab agar STP bisa dimanfaatkan, tetapi keberlangsungan keberadaan dan manfaatnya menjadi tanggung jawab semua pihka. “Karena itu kedepan semua harus berkonstribusi agar manfaat keberadaan STP bukan bagi PT saja tapi bagi masyarakat Sumbawa bahkan NTB bisa optimal,” tulisnya.

Baca Juga  Pandemi Covid-19, AMNT Salurkan Bansos di 4 Panti Asuhan

Jamaluddin Malik juga menulis, STP syaratnya harus di perguruan tinggi yang memenuhi syarat tehnis dan cukup berat.  Dan UTS memilikinya yang kemudian mendapat dukungan Pemda Sumbawa. “Saya paham benar maksud dan penjelasan Doktor Arif karena saya bersama beliau diskusi dan berdebat panjang di Dikti bersama Doktor Zul. Jadi gak mungkin kami jelaskan detailnyanya di sini. Tapi mendapatkan STP sungguh berat karena jadi rebutan se Republik. Bagi saya ayo kita dukung, syukuri, agar UTS sebagai lokomotif STP ke depannya bisa menjaga, dan mengembangkannya,” tulis akun Jamaluddin Malik lagi.

Netizen lainnya, Erman Hermawan Lkg mengucapkan selamat kepada Pemda Sumbawa dan salut untuk Yayasan Dea Mas sebagai penaung UTS yang telah menghibahkan 20 Ha lahannya sebagai persyaratan berdirinya STP. Erman yang diketahui Big Bos Sumbawa TV ini berharap dengan telah diresmikannya STP dapat meningkatkan dan bergeraknya perekonomian masyarakat untuk berbisnis berbasis teknologi. Sementara Joni Sari Wijoyo meminta semua pihak khususnya lembaga pendidikan tinggi di Sumbawa untuk bisa saling mendukung dan bersinergi dalam membangun SDM, serta saling berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan saling curiga, dan saling menjatuhkan. “Semua akan berjalan baik Insya Allah. Sucikan hati dan niat, rintangan pasti ada dan dia akan berlalu seiring waktu. Kita kaum muda Sumbawa harus bersyukur atas yang telah kita capai. STP itu bagian dari kemajuan yang kita raih. Maka dia harus terus didorong dan dimajukan bersama,” tulis Berlian Rayes.

Baca Juga  Bibit Ternak untuk Program Bariri Belum Capai Target

Pendiri UTS dan Pencetus STP Sumbawa, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc melalui akun Facebook “Bang Zul Zulkieflimansyah” menulis semestinya dari awal persoalan STP sudah clear. Ia mengaku tidak mengerti kalau tetap saja ada yang  mempermasalahkannya. Menurutnya, awal idenya, yang membuat proposal dan mempresentasikan adalah UTS. “Yang mempertahankan ide dan proposalnya di panel ya kami juga dari UTS,” tulisnya.

Jika lokasinya di UTS, Bang Zul menilai wajar karena teorinya memang demikian seperti yang dikemukakan Doktor Arif selaku Direktur STP. Pemda terlibat karena UTS adalah PT swasta, karena tanahnya harus milik Pemda. “Kami dari UTS kasih tanah 20 ha ke Pemda agar STP ini jadi dan jalan,” tulisnya. “Di Bandung Technopark ada juga di ITB, ada juga di Universitas Telkom. Jadi kalau ada kampus lain mau ada technoparknya ayo bikin proposalnya, ayo presentasikan apa maunya, ayo sediakan lahannya dan sebagainya, kita bantu kok untuk penyempurnaan proposalnya dan lain-lain. Tapi kalau mau technopark tapi tak melakukan apa-apa ini yang repot,” tambahnya.

Doktor Zul meyakini STP Sumbawa ke depan akan menjadi STP model dan terbaik di Indonesia. Untuk menjadi yang terbaik ini, STP Sumbawa harus dipimpin oleh orang-orang pintar. Karena itu Ia menginginkan STP menjelma menjadi tempat yang nyaman dan indah untuk orang-orang pandai. “Semoga jalan panjang yang dimulai dari langkah pertama ini bisa menghasilkan sesuatu hal yang sangat menakjubkan,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda