Komunitas Intelektual Muda Dorong Prof Ude Jadi Cawagub

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/03/2017)

Pilkada NTB sudah dekat. Banyak figur yang bermunculan baik diusung menjadi Calon Gubernur maupun Calon Wakil Gubernur pada 2018 mendatang. Latar belakang calon pun beragam. Setelah dari politisi, kini muncul tokoh dari kalangan akademisi yang digadang bakal mewarnai pentas politik lima tahunan tersebut. Tokoh tersebut adalah Prof. DR. Syaifuddin Iskandar M.Pd. Setelah dimunculkan Kalangan Intelektual Muda Sumbawa, nama Rektor Universitas Samawa (UNSA) ini mulai ramai dibicarakan. Bahkan masyarakat terutama kalangan pendidik memberikan dukungan positif.

Juru Bicara Kalangan Intelektual Muda Sumbawa, Dr Lahmuddin Zuhri SH MH didampingi Lukman Hakim SP M.Si dalam jumpa persnya, Rabu (8/3) mengaku bahwa nama Prof Ude—sapaan Rektor UNSA bukan ucuk-ucuk tapi karena berbagai pertimbangan dan desakan masyarakat. Masyarakat menginginkan ada figur yang memimpin NTB berasal dari kalangan pendidik, sebab sebelumnya NTB pernah dipimpin seorang politisi, birokrasi dan tokoh agama. Selain itu nama Prof Ude sudah menjadi perhitungan partai politik dan hasil survey kendati masih dalam batas internal.

Komunitas Intelektual Muda
Komunitas Intelektual Muda

Diakui Doktor Lahmuddin, sudah ada beberapa partai politik yang meminang Prof Ude yang disandingkan sebagai Calon Wakil Gubernur. Bukan hanya itu ada beberapa calon DR 1 sebutan calon Gubernur khusus dari Pulau Lombok, yang menginginkan Prof Ude menjadi pasangannya pada Pilkada mendatang. Semua yang datang meminang ini sangat cocok atau memiliki chemistry dengan Prof Ude.

Baca Juga  Kasat Pol PP Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Wartawan

Ketertarikan mereka terhadap sosok Prof Ude cukup beralasan. Menurut Doktor Lahmuddin, Rektor UNSA tersebut dikenal bersih, tidak tersangkut dengan politik masa lalu. Meski berada di luar pemerintahan namun dinilai sangat berperan dalam pembangunan daerah dan peningkatan sumberdaya manusia di NTB. Prof Ude selalu memberikan ide cerdas melalui saran dan kritikan baik terhadap pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat. “Sudah banyak masukan dan kritikan Prof Ude dijadikan kebijakan nasional terutama dalam pengembangan sumber daya manusia. Beberapa tahun lalu, konsep Prof Ude dalam membangun system dan mekanisme pendidikan dijadikan model oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti),” bebernya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kalangan Intelektual Muda Sumbawa akan membentuk tim dan terus mendorong agar keinginan masyarakat dan pegiat pendidikan untuk mengusung Prof Ude terwujud. Ditanya soal kans Prof Ude, Ia menyatakan cukup positif. Pihaknya sudah melakukan survey di Sumbawa yang hasilnya dipadukan dengan survey sejumlah partai politik. Hasilnya hampir linier dan nama Prof Ude berada di atas bakal Cawagub lainnya. ‘’Ketika potensi ini tidak dimaksimalkan dengan bagus maka akan menjadi mubazir. Potensi ini menjadi dasar para tokoh dari Pulau Lombok menarik Prof Ude masuk ke ranah politik meski beliau sebenarnya tidak ingin terlibat politik,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda