Pengacara LPA Siap Dampingi Pelajar Tersangka Percobaan Pemerkosaan

oleh -0 views
Bagian Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa, Fatriaturrahma S.Pd
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (07/03/2017)

Ancaman hukuman terhadap SL (14) pelajar SMP yang diduga hendak memperkosa seorang ibu rumah tangga (IRT) maksimal 12 tahun penjara. Hal inilah yang tidak memungkinkan untuk dilakukan diversi (penyelesaian di luar peradilan). Meski di bawah umur, remaja yang tinggal di Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis ini tetap menjalani proses hukum.

Bagian Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa, Fatriaturrahma S.Pd mengakui hal itu. Karena tidak bisa didiversi, pihaknya akan mengupayakan SL direhabilitasi. Untuk rehabilitasi ini, SL rencananya akan dikirim ke Panti Sosial Paramita di Mataram. Mengenai proses hukumnya, Atul—sapaan aktivitas perempuan dan anak ini, tetap berlanjut. Namun dalam proses ini nanti, SL akan didampingi penasehat hukum dari LPA Mataram.

Atul mengungkapkan, menurut pengakuan orang tuanya, SL jarang bergaul dan bersosialisasi dengan teman sebaya dan orang lain. SL lebih akrab dengan handphonenya. Dari HP ini dia kerap menonton film berbau kekerasan dan pornografi. Karenanya SL harus direhabilitasi. Jika tidak direhab, dikhawatirkan SL akan tumbuh menjadi pribadi pendendam dan bakal melakukan tindakan kekerasan. “Mengenai rencana rehabilitasi ini kami sudah berkoordinasi dengan bagian penyidik PPA Polres Sumbawa,” demikian Atul. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Hilangkan Sakit Gigi, Fitri Over Dosis