Kodim Sumbawa Kawal Bulog Serap Gabah Petani

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (07/03/2017)

Ketika musim panen, gabah petani petani. Kondisi ini harusnya membuat petani bahagia, tapi sebagian besar di antaranya merana karena harga yang anjlok. Untuk mengantisipasi hal ini pemerintah melalui Bulog harus berperan untuk menjaga harga tetap stabil dan serapan gabah petani dilakukan secara maksimal. Guna memaksimalkan serapan gabah petani ini, Kodim 1607 Sumbawa, Bulog Sub Divre Sumbawa, Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan menggelar rapat. Kegiatan yang diikuti oleh petani dan rekanan Bulog ini dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (7/3).

amdal

Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM. Sumanto S.Sos mengaku baru saja menggelar rapat Sergab (serapan gabah). Rapat ini dilaksanakan untuk menghindari adanya pembelian gabah petani di bawah harga yang sudah ditetapkan. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), Bulog harus membeli gabah dengan harga Rp 3.700 perkilogram di lapangan. Pasalnya pemerintah sudah memberikan subsidi selisih dari harga di lapangan. “Jadi tidak ada lagi Bulog membeli harga di bawah Rp 3.700 perkilogram,” kata Dandim.

Disebutkannya, pada Tahun 2017 ini target serapan gabah yang ditetapkan pemerintah mencapai 45 ribu ton. Serapan ini dilakukan Bulog, sedangkan TNI hanya memback-up. “Kami siap membantu Bulog sehingga target pemerintah pusat bisa dipenuhi,” ujarnya.

Ia berharap agar penjualan gabah ke luar daerah tidak dilakukan sampai target tersebut terpenuhi. Semua pihak harus berkomitmen untuk menyukseskan program ini. Nantinya sambung Dandim, akan ada Peraturan Gubernur (Pergub) NTB terkait serapan gabah ini. Hal ini dilakukan untuk mengatur mekanisme keluar masuknya gabah dari daerah ini. Untuk diketahui, hasil gabah petani di Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai 500 ribu ton. Dengan jumlah itu, Ia optimis target serapan gabah tahun ini bisa terpenuhi. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Harga Anjlok, Minat Petani KSB Tanam Kedelai Menurun