Kades Sepayung Amankan Bantuan Kelompok Tani Tambak Fiktif

oleh -3 views
Bantuan dari Dislutkan untuk kelompok tani tambak Tana Dewa
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (06/03/2017)

Satu truk bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa terpaksa diamankan Kepala Desa Sepayung Kecamatan Plampang, Senin (6/3). Pasalnya bantuan itu tersebut diberikan kepada kelompok tani tambak setempat yang diduga fiktif. Bantuan tersebut seharusnya diberikan kepada petani tambak yang memiliki lahan tambak. Namun justru tercatat penerima bantuan adalah anggota kelompok yang tidak memiliki lahan. Bantuan itu berupa 5 unit mesin yaitu 3 mesin Diesel dan 2 unit mesin Honda. Selain itu satu unit keong, 2 selang spiral empat masing-masing sepanjang 3 meter, 10 keping baling-baling, 3 set dudukan mesin, 3 bagang, dan paralon 8 inch.

amdal

Bantuan Fiktif 1

Kades Sepayung, Sahabuddin yang dikonfirmasi SAMAWAREA mengakui mengamankan sejumlah bantuan itu karena diberikan kepada kelompok yang tidak jelas. Ia mengaku baru mengetahui keberadaan bantuan yang didistribusikan dinas terkait terhadap kelompok tani tambak di wilayahnya. “Saya baru tahu ketika ada salah seorang warga yang namanya tercatat di dalam Kelompok Budidaya Airpayau, menginformasikan ada bantuan datang. Padahal dia tidak punya lahan,” aku Kades Sahabuddin.

Atas laporan ini, Ia bersama Ketua BPD dan Babhinkamtibmas turun ke lokasi untuk mengecek bantuan tersebut. Saat ditelusuri, bantuan itu diberikan kepada Kelompok Budidaya Air Payau Tana Dewa yang diketuai Nurdin warga Dusun Sepanyol. Berdasarkan daftar tanda terima bantuan, budidaya undang Tahun 2016 itu terdapat 11 orang penerima. Kades pun mengaku mengcek berkas berita acara serah terima dengan nomor surat tidak lengkap yakni No: 523.7/…../DKP/2016 tertanggal 15 Desember 2016 yang ditandatangani pejabat salah satu bidang di Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa selaku pihak pertama.

Baca Juga  Atasi Sedimentasi, Gubernur NTB Tinjau Bendungan Plara Lunyuk
Kades Sepayung Sahabuddin
Kades Sepayung Sahabuddin

Kades kemudian menghadirkan Baharuddin—salah seorang anggota kelompok Budidaya Air Payau Tana Dewa. Di hadapan Kades, Baharuddin berterus terang tidak memiliki lahan tambak. Untuk meyakinkan kades, BPD dan petugas Babhinkamtibmas, Baharuddin membuat surat pernyataan tidak memiliki lahan tambak. Sedangkan anggota kelompok lainnya mengaku tidak pernah membubuhkan tandatangan di berita acara serah terima bantuan.

Ditemui terpisah Ketua Kelompok Budidaya Air Payau Tana Dewa, Nurdin menjelaskan, sebelumnya Ia pernah mengajukan proposal kelompok tersebut tapi ditolak Kades Sepayung karena anggota kelompok tidak memiliki lahan sebagaimana yang dipersyaratkan. Karena ditolak, proposal itu tidak dilanjutkan ke dinas terkait. Mengenai bantuan yang datang, Nurdin mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu tiba-tiba datang dan saya terima saja,” aku Nurdin di kediamannya. (BUR/SR)

iklan bapenda