Cegah Eksploitasi Pohon, Bupati Minta Camat Turun Tangan

oleh -0 views
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (05/03/2017)

Bupati Sumbawa, H.M Husni Djibril, B.Sc meminta masyarakat untuk tidak mudah menjual pohon-pohon besar. Permintaan Bupati ini menyusul maraknya eksploitasi pohon besar oleh oknum pengusaha asal Denpasar Bali di sejumlah wilayah kecamatan. Pohon jenis beringin, lita dan lainnya yang sudah berumur puluhan tahun ini dibeli dari masyarakat seharga Rp 200 ribu per pohon dan khabarnya dijual kembali di Bali Rp 30—50 juta per pohon. “Memang penjualan pohon itu hak masyarakat karena keberadaannya di lahan masyarakat bukan di dalam kawasan, tapi kami minta agar tidak terlalu mudah menjualnya,” kata Bupati.

amdal

Karena itu Ia meminta camat dan kepala desa setempat untuk memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai tanaman langka tersebut. Karena dari sejak ditanam hingga tumbuh besar membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun. Dan nilai historis pohon itu lebih tinggi dari harga jualnya. Jika masyarakat terdesak ekonomi dan hendak menjual pohon itu, Bupati berharap Camat bisa membelinya guna mengantisipasi dijual keluar daerah. “Kalau sudah dibeli Pemda melalui Camat, pohon itu bisa terus berdiri tegak tanpa ada penebangan lagi,” ujar Bupati.

Seperti diberitakan, pohon jenis beringin, lita, plas dan pohon budi kini mulai langka. Karena habis dibabat oknum pengusaha. Praktik ini terjadi di beberapa kecamatan di antaranya Lopok, Lape, Maronge dan Lenangguar. Pencabutan pohon besar yang diharapkan menjadi penopang sumber air dan mendukung kekuatan tanah ini sudah terjadi sejak enam bulan yang lalu. Pohon besar itu dibeli pengusaha dari masyarakat seharga Rp 200 ribu per pohon. Secara ekonomis harganya terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan umur pohon yang sudah mencapai puluhan bahkan ratusan tahun. Setelah dibayar pohon itu dicabut hingga ke akarnya menggunakan alat berat dan diakut menggunakan truk tronton untuk dikirim ke Bali. Di Pulau Dewata tersebut per pohon dihargakan Rp 30 sampai Rp 50 juta. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Warga Batu Rotok Butuh Makanan Siap Saji, Tenda dan Selimut