Buka Kios, Pedagang di Pasar Seketeng Dirampok

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (03/03/2017)

Pedagang di Pasar Seketeng Sumbawa dikejutkan dengan aksi perampokan yang terjadi, Jumat (3/3) pagi tadi. Hj Astuti—salah satu pemilik kios di komplek pasar terbesar di daerah ini menjadi korbannya. Uang senilai Rp 23 juta yang hendak digunakan untuk membayar cicilan di bank, dibawa kabur perampok yang hanya dikenal wajahnya tanpa mengetahui identitasnya.

Menurut suami korban, H Sunardin yang ditemui SAMAWAREA di Polres Sumbawa, menuturkan, seperti biasa pagi itu sekitar pukul 06.00 Wita istrinya berangkat ke pasar untuk membuka kios guna menggelar dagangannya. Dari rumah, istrinya sudah membawa tas berisi uang tunai Rp 23 juta yang hendak digunakan untuk membayar cicilan di bank. Di dalam tas juga terdapat sejumlah nota pelanggan sejumlah toko yang mengambil barang di tempatnya. Tas itu kemudian diletakkan di dalam toko tepatnya di kolong meja dan ditutup taplak. Selanjutnya mengatur barang dagangan. Tanpa diduga muncul seorang pria yang tak dikenal di hadapannya. Istrinya sempat menegurnya mengira seorang pembeli. Rupanya pelaku tidak menjawab langsung masuk ke dalam toko mengambil tas berisi uang tersebut. Menyadari hal itu, istrinya menghadang pelaku di pintu kios. Terjadi saling tarik menarik tas tersebut. Karena tenaga pelaku lebih kuat, istrinya terjatuh, tas itupun berhasil dibawa kabur. “Sebenarnya aksi tarik menarik tas itu dilihat oleh beberapa pedagang lain yang tidak jauh dari kiosnya, tapi mereka tidak bereaksi untuk membantu istri saya,” sesal Haji Sunardin yang mengaku tiba di pasar beberapa menit setelah kejadian.

Baca Juga  Aksi Terekam CCTV dan Sempat Viral di Medsos, Dua Pelajar Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH SIK mengatakan laporan kasus dugaan perampokan ini sudah ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk korban. Hasil pemeriksaan, pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Sebelumnya pelaku kerap terlihat di sekitar TKP dan diduga kuat selalu mengintai korban sebelum menjalankan aksinya. “Ciri-cirinya sudah kami kantongi semoga bisa terungkap,” demikian Kasat Ericson. (JEN/SR)

iklan bapenda