Reses Johan Rosihan, Serap Aspirasi dan Bagi Bantuan

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (02/03/2017)

Sederhana dan bermakna. Itulah suasana Reses H. Johan Rosihan ST—Anggota DPRD Provinsi NTB di Karang Bage, Kelurahan Bugis, Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/3) sore tadi. Mengenakan baju batik, politisi PKS yang mewakili masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Sumbawa dan Sumbawa Barat ini disambut antusias masyarakat setempat yang sebagian besar adalah korban banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut belum lama ini. Dan di lokasi reses, masih terlihat puing-puing bangunan yang belum sempat dibereskan.

Johan reses Karang Bage HL

Selain datang menyerap aspirasi, untuk kesekian kalinya JR—sapaan populernya, juga menyalurkan bantuan kepada korban banjir Karang Bage. Sebelumnya sehari pasca banjir, JR membagikan ratusan nasi bungkus, kemudian memberikan bantuan sembako, terpal dan lainnya. Pada momen reses ini, JR membawa kelengkapan sekolah untuk anak-anak korban banjir seperti puluhan pasang sepatu, tas dan pakaian seragam.

Kehadiran Johan dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan dan harapan. Salah satu usulan yang dianggap prioritas adalah tebing pengaman sungai. Menurut warga, talut yang dibangun Tahun 2016 lalu dinilai tidak kuat menahan arus sungai. Akibatnya pada banjir kemarin, sepanjang hampir 100 meter talut tersebut hanyut. Demikian dengan jalan paving blok yang berada di sepanjang bantaran sungai habis tergerus air. Warga berharap figur yang disiapkan PKS untuk menjadi Calon Wakil Gubernur ini dapat memperjuangkan pemasangan bronjong sebagai pengganti talut. Bronjong dinilai lebih kuat dan tahan lama bila dibandingkan dengan talut. Selain itu bronjong yang ada dapat ditinggikan agar air yang meluap tidak mudah masuk menghantam pemukiman. Aspirasi lainnya adalah meminta solusi jangka pendek terkait rumah rusak dan hanyut akibat banjir. Sebab sampai saat ini masih hidup apa adanya. Selain itu warga yang tinggal di bantaran sungai dilakukan relokasi. Bukan relokasi seperti yang dilakukan terhadap korban banjir Tahun 2006 yang kini bermukim di Kampung Kapas Sari, depan Lapas Sumbawa, yang tidak diberi hak milik terhadap rumah yang ditempatinya, melainkan berstatus Hak Pakai. “Kami mau direlokasi karena rumah kami rusak berat dan ada beberapa rumah yang hanyut, tetapi kami ingin agar rumah yang ditempati nantinya menjadi hak milik secara permanen, bukan hak pakai semata,” pinta seorang warga.

Baca Juga  Wapres JK: "Politik itu Lima Tahun, Tapi Persahabatan itu Seumur Hidup”

Johan reses Karang BageJohan reses Karang Bage 1Terhadap aspirasi tersebut, Johan mengaku bahwa semua usulan masyarakat sudah ada dalam programnya. Hal ini juga sudah dibicarakan di tingkat provinsi serta berkoordinasi dengan BWS untuk penanganan tebing pengaman sungai baik talut maupun bronjong. Dia berharap dapat tertangani pada tahun ini. Mengenai rehab rumah rusak berat dan penanganan rumah hanyut, legislator Udayana ini meminta data yang komprehensif untuk dibahas di tingkat propinsi. Data itu harus dilampirkan dengan surat permohonan. Nantinya aspirasi masyarakat baik pembangunan bronjong maupun rehab rumah, serta relokasi akan dipertimbangkan mana yang lebih dahulu diprioritaskan. “Insya Allah saya akan perjuangkan karena aspirasi yang disampaikan masyarakat ini adalah kebutuhan yang mendesak,” pungkasnya.

Untuk diketahui setelah reses di Karang Bage, Johan langsung beranjak ke Pamulung Desa Karang Dima dan akan berlanjut ke Kecamatan Badas. (JEN/SR)

iklan bapenda