Mimpi Jadi Nyata, STP Sumbawa Akhirnya Terwujud

oleh -15 views
bankntb

Diresmikan Menristek Dikti RI

SUMBAWA BESAR, SR (02/03/2017)

Mimpi besar Kabupaten Sumbawa untuk memiliki Science and Techno Park (STP) akhirnya terwujud. Kamis (2/3) sore tadi, pusat inkubasi bisnis dan teknologi yang berlokasi di Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini diresmikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI yang diwakili Sekjen Kemenristek Prof. Ainun Na’im, Ph.D, dan dan Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Dr. Ir. Patdono Suwidnjo M.Eng., Sc. Hadir dalam kesempatan itu di antaranya, Anggota DPR RI yang juga pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc, Bupati Sumbawa diwakili Sekda Drs. H. Rasyidi, Rektor UTS Dr. Andy Tirta, Direktur STP Sumbawa Dr. Arif Budi Witarto, Ketua Yayasan Dea Mas Niken Saptarini, dan Kepala Bappeda Ir. H. Iskandar M.Ec.Dev.

STP Diresmikan Sekjen 1

Direktur STP Sumbawa, Dr. Arif Budi Witarto melaporkan bahwa STP berjalan sejak dua tahun lalu melalui beberapa perjalanan panjang. Mulai pengusulan oleh Rektor pertama sekaligus pendiri UTS, Doktor Zulkieflimansyah, kemudian penandatanganan MoU oleh Bupati Sumbawa, dan peletakan batu pertama oleh Menteri Bappenas hingga peresmian gedung STP oleh Menristek Dikti. Yang sudah dilakukan selama itu, adalah pengadaan peralatan laboratorium bio molekuler tahap 1 pada Tahun 2015. Kemudian pembangunan gedung STP. 2016 pembangunan gedung workshop, kembali pengadaan alat Lab Biologi Molekuler tahap 2 dan alat permesinan senilai miliaran rupiah, serta beberapa kegiatan yang yang sangat penting, salah satunya pelatihan SDM pengelola. Gedung yang dibangun saat ini adalah gedung produksi. Pada tahun 2017 ini, pihaknya sedang mengusulkan pembangunan gedung pengelola dan tenant pemagangan SDM pengelola. Doktor lulusan Jepang ini mengaku bahwa model STP ini terinspirasi dengan beberapa STP yang berada di luar dan pernah dikunjunginya. Seperti Symbion—sebuah Techno Park di Copenhagen Denmark, Lund Swedia, Amerika Serikat, Malaysia dan di STP di dalam negeri. Ketika ada Symbion di luar negeri, pihaknya pun memberikan nama kawasan STP, Sumbion Park (Sumbawa Innovation Park). Sesuai nama kawasannya, misi utama STP ini bukan sekedar laboratorium rapi tapi lebih penting menghasilkan karya yang inovatif.

Baca Juga  Jelang Idul Adha, Tinggi Permintaan Pengiriman Ternak ke Luar Daerah

Untuk diketahui, STP Sumbawa memiliki kekhasan karena berbasis perguruan tinggi. Memang ada beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa, tapi yang berdekatan dan relevan dengan teknologi adalah UTS. Meski demikian, STP terbuka untuk siapa saja baik perguruan tinggi lain maupun masyarakat umum. Doktor Arif—sapaan akrabnya mengatakan prioritas dari STP ini adalah berbasis teknologi hayati (bio teknologi) yang diterapkan pada bidang pertanian, kelautan dan lainnya yang menjadi potensi dan kekuatan Sumbawa. Meski STP Sumbawa ini bermula dari nol, tapi pihaknya sudah melahirkan tiga perusahaan inkubasi bisnis meski masih terbilang kecil. Yaitu PT Alga Biodiesel Sumbawa (2015) membuat biogas dari sampah organic sebagai energy terbarukan yang kontrak risetnya dengan Kemenristek Dikti. Selanjutnya PT Date Palm Biotech (2016) yang melakukan kontrak riset dengan PT Igrow Myown Food (investor Brunei) untuk pengadaan bibit kurma dengan jenis kelamin tertentu bagi perkebunan di Kabupaten Dompu dengan luas lahan 100 hektar. Tahun 2017 ini, melahirkan satu perusahaan lagi yakni Sumbawagen Nusa Tenggara Biotech, proyeknya dari Pertamina untuk teknologi pemijahan dan budidaya teripang.

Ia berharap ke depan perusahaan yang dihasilkan akan lebih banyak mengingat STP sudah memiliki banyak alat permesinan. “Kami yang berusaha memperjuangkan STP ini tidak sekedar kebanggaan karena alatnya mahal, tapi menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Kami punya tekad bahwa tidak ada yang tidak mungkin, yang penting ada kemauan,” ungkapnya.

STP Diresmikan Sekjen 2

Sementara Rektor UTS, Andy Tirta mengatakan, STP adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehadiran kampus maupun dukungan pemerintah daerah dan pusat. Dengan keberadaan STP, ide dan hasil penelitian kampus akan lebih kongkrit, di samping membantu mahasiswanya yang ingin mengetahui tentang dunia industri. “Kami yakin STP Sumbawa akan menjadi salah satu pioner yang terbaik di Indonesia,” cetusnya.

Baca Juga  Pemulihan Ekonomi Nasional Solusi Bangkitnya UMKM di Masa Pandemi

Sekjen Kemenristek Dikti, Prof. Ainun Na’im, Ph.D menyambut baik keberadaan UTS dan pembangunan STP di Sumbawa. Ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian-capaian yang dihasilkan STP. Namun demikian Prof Ainun menyarankan agar STP ini memanfaatkan temuan dan teknologi baru yang ada di universitas lain, sehingga tidak perlu mengulang lagi melainkan mengembangkan dan mengimplementasikannya. Sebab perguruan tinggi lain bersama patner internasionalnya juga sudah menemukan banyak teknologi baru yang siap dibawa ke industry. Dalam proses ini ada kompetisi di antara perusahaan besar. Mereka berlomba-lomba membeli hal-hal baru untuk menopang pertumbuhan mereka lebih lanjut ke depan. Karena itu Ia menilai start up campany sangat penting tapi perlu diberi target berapa lama dia bisa dibina dan kapan harus dilepas. Jika dilepas menguntungkan, STP bisa berkembang lebih lanjut bersama perusahaan yang dilahirkan dan dikembangkannya. “Saya melihat sudah ada sinyal dan nuansa, STP Sumbawa ini menuju kesuksesan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc, meyakini STP Sumbawa ke depan akan menjadi STP model dan terbaik di Indonesia. Untuk menjadi yang terbaik ini, STP Sumbawa harus dipimpin oleh orang-orang pintar. Karena itu Ia menginginkan STP menjelma menjadi tempat yang nyaman dan indah untuk orang-orang pandai.

Di bagian lain Doktor Zul—sapaan singkatnya, menyampaikan apresiasi kepada para pengelola, yayasan dan pihak yang telah memberikan dukungan. “Semoga jalan panjang yang dimulai dari langkah pertama ini bisa menghasilkan sesuatu hal yang sangat menakjubkan,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda