Kasus PLTS Labangka Dilanjutkan Tergantung Saksi Ahli

oleh -4 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (02/03/2017)

Hingga kini kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Labangka masih dalam penyelidikan Unit Tipikor Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa. Sejauh ini polisi masih kesulitan untuk mendatangkan saksi ahli yang akan melakukan audit investigasi terhadap fisik PLTS yang sampai sekarang tidak berfungsi.

amdal

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH SIK yang ditemui SAMAWAREA, Rabu (1/3) kemarin, mengakui hal itu. Sebelumnya, penyidik sudah sudah bersurat ke Universitas Brawijaya Malang. Universitas itu sudah menunjuk satu orang saksi ahli. Namun karena saksi ahlinya sudah tua, sehingga kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk datang ke Sumbawa melakukan pengecekan terhadap PLTS. ‘’Kami sudah menerima surat resmi dari Universitas Brawijaya bahwa saksi ahlinya tidak bisa datang dengan alasan kesehatan,” kata AKP Ericson—sapaan mantan Kasat Reskrim Bima ini.

Untuk mencari saksi ahli pengganti, lanjut Ericson, pihaknya mencoba bersurat ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Nantinya saksi ahli ini akan mengecek spesifikasi dari PLTS, sehingga bisa diketahui apa yang menjadi kendala proyek itu belum difungsikan. “Kelanjutan kasus ini tergantung dari keterangan saksi ahli. Jika saksi ahli menyampaikan PLTS tidak bisa difungsikan tentu terdapat kerugian negara. Sebaliknya jika tidak ada kendala, berarti tinggal difungsikan saja. Artinya tidak ada kerugian negara,” pungkasnya.

Baca Juga  Pembunuh Jamaluddin Lebih dari Satu Orang

Seperti diberitakan, Pembangunan PLTS Labangka adalah proyek pusat senilai Rp 25 miliar tahun anggaran 2012/2013. Dari 70 unit yang dikerjakan hanya 38 unit yang bisa dimanfaatkan namun tidak sekarang sudah tidak berfungsi. Diduga proyek tersebut tidak sesuai sfesifikasi. Dalam pengerjaan, Pemda Sumbawa hanya menyiapkan lahan sekitar 3 hektar. Sedangkan pemerintah pusat (Kementrian ESDM) selaku pelaksana dan pengadaan produk. Dalam kasus ini, polisi sudah memanggil sebagian besar saksi terkait. Yakni sejumlah pegawai Distamben Sumbawa dan Perusda Sumbawa. Demikian dengan mantan Kepala Distamben Sumbawa dan rekanan yakni direktur PT Azet Surya Lestari juga sudah dimintai keterangan, termasuk saksi dari Kementrian ESDM. (JEN/SR)

iklan bapenda