Polisi Gelar Operasi Simpatik Selama 21 Hari

oleh -13 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (01/03/2017)

Mulai Rabu (1/3) hari ini hingga 21 Maret mendatang, para pengguna jalan harus melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan dan kelengkapan tekhnis lainnya. Pasalnya Operasi Simpatik Gatarin 2017 mulai digelar di wilayah hukum Polres Sumbawa yang ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK. Dilanjutkan dengan operasi perdana di depan SMAN 1 Sumbawa pada sore harinya.

amdal

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Lantas, IPTU Donny Wira S. SIK mengatakan, operasi ini digelar di seluruh wilayah Indonesia termasuk Polres Sumbawa selama 21 hari. Tujuannya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas (Kamtibcarlantas). ‘’Operasi ini menjadi pelopor keselamatan dalam berlalulintas,” ujarnya.

Kasatlantas Donny Wira S. SIK
Kasatlantas Donny Wira S. SIK

Sepanjang operasi, ungkap IPTU Donny, pihaknya dituntut untuk menurunkan angka kecelakaan lalulintas dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu caranya di antaranya melakukan kampanye tertib berlalulintas, karena Operasi Simpatik tidak melulu harus dengan kegiatan razia. Sasarannnya para pelajar, instansi pelayanan public dan komunitas sepeda motor, sehingga kampanye ini bisa disampaikan secara luas kepada masyarakat. “Operasi diutamakan dilaksanakan di kawasan tertib lalulintas (KTL), mulai dari Simpangan Lawang Gali hingga depan RSUD Sumbawa,” sebutnya.

Sesuai namanya, Operasi Simpatik lebih mengedepankan teguran daripada tindakan langsung (tilang). Selain itu, ada tindakan langsung yang tidak bersifat administrative, namun lebih kepada tindakan fisik terukur yang tidak membuat kontraproduktif agar masyarakat bisa mengingat pentingnya keselamatan berkendara. “Seperti memberikan hukuman push-up kepada pengendara yang melanggar,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda Pastikan Pungutan Lapak Pasar Dadakan Pungli

Namun bukan berarti polisi tidak bisa melakukan tilang. Bagi pelanggar dengan fatalitas kecelakaan yang tinggi langsung dikenakan tilang. Ia mencontohkan tidak menggunakan helm dan ugal-ugalan di jalan. “Kalau lupa bawa STNK atau SIM, hanya diberikan teguran, kecuali ditemukan dokumen itu palsu,” imbuhnya.

Sebelumnya Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK mengatakan bahwa Kabupaten Sumbawa sudah mendapatkan penghargaan tertib berlalulintas terhadap kelayakan pengendara dan rambu lalulintas. Namun Kapolres mengakum kenyataannya sangat berbeda. Karena itu, kapolres berharap agar kenyataan di lapangan sudah sesuai dengan kriteria dalam penghargaan. ‘’Jadi tidak hanya penghargaannya saja, atau tolak ukurnya saja. Tetapi di situ harus kita pertahankan bahwa Kota Sumbawa ini adalah kota yang tertib berlalulintas,” tukasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda