Tiga Terdakwa Pasar Taliwang Divonis !!

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (27/02/2017)

Tiga terdakwa kasus korupsi proyek Pasar Tanah Mira Taliwang, divonis berbeda. Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Mataram, Senin (27/2), dua terdakwa dijatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan penjara, dan satu terdakwa 1 tahun 8 bulan penjara.

amdal

Kajari Sumbawa, Paryono SH MH yang ditemui di ruang kerjanya, siang tadi, mengakui adanya vonis berbeda tersebut. Untuk terdakwa Irwansyah dan Mahmud selain divonis 1 tahun 2 bulan penjara juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 32 juta dan denda Rp 50 juta. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU yakni 1 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan Supriyanto yang hukumannya lebih berat yaitu 1 tahun 8 bulan penjara juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 32 juta subsider 2 bulan kurungan dan Rp denda 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Hukuman ini juga lebih rendah dari tuntutan JPU selama 2 tahun penjara. Perbedaan jumlah hukuman yang diterima para terdakwa ini ungkap Paryono—sapaan Kajari, karena dua terdakwa yang diputus lebih ringan ini telah membayar uang pengganti ketika proses kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Sementara Supriyanto yang mendapat hukuman lebih berat dari dua rekannya itu, enggan membayar uang pengganti.

Atas putusan itu, ketiga terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir, demikian dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Majelis hakim memberikan waktu selama tujuh hari untuk menyatakan sikap atas putusan itu apakah menerima atau menyatakan banding,” ujar Paryono.

Baca Juga  Pinjam Beli Rokok, Motor Dibawa Kabur

Untuk diketahui, proyek pembangunan atau revitalisasi Pasar Taliwang ini menggunakan anggaran bantuan sosial Kementerian Koperasi Tahun 2013 senilai Rp 900 juta. Bantuan itu diterima Koperasi Kota Baru Taliwang yang kemudian dikerjakan secara swakelola. Ada beberapa item yang dikerjakan di antaranya los, kamar mandi dan lainnya. Namun dalam pengerjaannya, dinilai tidak sesuai spek atau RAB. Selain itu dokumen lelang dan pengadaan barang dan jasanya diduga direkayasa. Satu orang merangkap beberapa jabatan di kepanitiaan. Dari dugaan inilah dilakukan penyelidikan yang kemudian ditingkatkan ke penyidikan dengan menetapkan tiga orang tersangka yaitu Irwansyah selaku ketua koperasi, Mahmud selaku bendahara dan Supriyadi konsultan pengawas. Hasil audit BPKP, kerugian negara mencapai Rp 190 juta. (JEN/SR)

 

iklan bapenda